Perlu Stimulus Fiskal dan Kenaikan Suku Bunga Bertahap untuk Hadapi Krisis Ekonomi Global

- Jumat, 30 September 2022 | 21:56 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Biro KLIP Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Biro KLIP Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Kebijakan bank sentral di seluruh dunia dalam menaikkan suku bunga secara agresif, adalah upaya meredam inflasi. Yang mana saat ini sudah terlalu tinggi.

"Saat ini, sejumlah negara menghadapi risiko ledakan inflasi, karena meningkatnya harga komoditas pangan hingga energi," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto," Jumat (30/9).

Ketua Umum Partai Golkar itu mengatakan, inflasi menjadi musuh terbesar dunia. Terpisah, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengungkapkan, kondisi badai global disebabkan krisis pangan dan energi yang dipicu konflik Rusia-Ukraina.

"Indonesia pun tidak lepas dari imbas ketidakpastian global. Yang paling terasa adalah kenaikan harga bahan bakar minya (BBM)," ujarnya.

Pertama, dari komoditas pasti akan bergejolak harganya. Selain itu, konflik Rusia-Ukraina masih akan berlanjut sampai 2023.

"Karena perkiraan perangnya lama. Tentunya harga komoditas dan beberapa komoditas utama seperti bahan pangan, energi, minyak, gas itu tinggi," tandasnya.

Stimulus
Karena itu, kata dia, dampaknya ke Indonesia adalah potensi inflasi dari BBM masih menghantui. Oleh sebab itu pula, pemerintah perlu memberikan stimulus fiskal melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga dapat memberikan bantuan sosial (bansos).

"Apa yang harus dilakukan? Seharusnya dengan stimulus fiskal. Bantalan subsidi pasti harus diperlukan," tegasnya.

Sebelumnya, pemerintah telah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 500/4825/SJ tentang Penggunaan Belanja Tidak Terduga Dalam Rangka Pengendalian Inflasi Daerah untuk menjaga keterjangkauan harga dan daya beli masyarakat.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

X