Kementan Dorong Penumbuhan Kelembagaan Ekonomi Petani

- Sabtu, 1 Oktober 2022 | 13:41 WIB

JAKARTA ,suaramerdeka-jakarta.com- Pembangunan pertanian di Indonesia saat ini turut berdasarkan pada sistem agribisnis. Oleh sebab itu, Kementerian Pertanian (Kementan) memaksimalkan peranan kelembagaan petani. Karena, sangat menentukan keberhasilan pembangunan pertanian.

Kelembagaan petani akan memudahkan pemerintah dan pemangku kepentingan lain dalam memfasilitasi dan memberikan penguatan pada petani.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, menganalogikan pembangunan pertanian maju, mandiri dan modern mengikuti pola Piramida Terbalik. Petani dan penyuluh di posisi teratas, BUMN dan pihak swasta di tengah dan terbawah adalah pemerintah, yang menggambarkan kontribusi dan porsinya paling sedikit.

Baca Juga: Persib vs Persija: 26 Ribu Tiket Pertandingan Ludes Terjual

"Bukan lagi jamannya petani bekerja dan berusaha tani sendiri-sendiri, harus berjama’ah diawali dari kelompok-kelompok tani untuk membentuk korporasi petani. Saham korporasi dari petani," ujar Mentan.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, sesungguhnya usahatani itu menguntungkan. Apabila tidak menguntungkan berarti ada yang salah pada saat pengolahan, on farm dan pemasaran hasil pertanian.

"Pertanian bukan hanya sebagai hobi, tapi harus menghasilkan duit yang banyak, pertanian harus menguntungkan salah satunya dengan membentuk Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP)," ungkap Dedi.

Baca Juga: BMKG Siap dengan Skenario Terburuk Potensi Bencana Alam

Soal KEP ini dibahas lebih lanjut agenda Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) volume 36, yang bertemakan "Mengenal Lebih Dekat KEP", di AOR BPPSDMP pada Jumat (30/9).

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X