DNKI-INKOWAPI Dorong Akselerasi Inklusi Keuangan Bagi Perempuan

- Minggu, 9 Oktober 2022 | 18:01 WIB
Dalam rangka mendukung pencapaian target inklusi keuangan sebesar 90 persen pada tahun 2024, Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) bersama Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (INKOWAPI) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Teknis Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD)
Dalam rangka mendukung pencapaian target inklusi keuangan sebesar 90 persen pada tahun 2024, Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) bersama Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (INKOWAPI) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Teknis Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Peran perempuan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bagi kemajuan bangsa Indonesia memiliki kontribusi yang sangat besar mencapai 60% dari total pelaku UKM Indonesia. Bahkan pemerintah sering menyampaikan bahwa UMKM dan bisnis milik perempuan akan menjadi prioritas untuk membangun sendi utama perekonomian nasional. Untuk itu, penguatan peran perempuan dan UMKM perlu ditingkatkan dan diperluas.

Salah satunya dengan upaya meningkatkan inklusi keuangan perempuan dan usaha mikro, kecil dan menengah, karena jumlahnya masih kecil dibanding laki-laki. Hasil riset inklusi keuangan tahun 2021 juga menyebutkan segmen perempuan adalah prioritas dalam program keuangan inklusif berdasarkan Perpres 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif.

Dalam rangka mendukung pencapaian target inklusi keuangan sebesar 90 persen pada tahun 2024, Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) bersama Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (INKOWAPI) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Teknis Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang bertemakan Akselerasi Inklusi Keuangan bagi Perempuan Melalui Posko Pangan dan Laku Pandai, yang diselenggarakan di The Alana Hotel Yogyakarta (6/10) dan di buka secara resmi oleh Erdiriyo, Asisten Deputi Keuangan Inklusif dan Keuangan Syariah Kemenko Perekonomian.

Ketua Umum INKOWAPI Sharmila Yahya menegaskan keseriusannya untuk terus meningkatkan peran perempuan yaitu dari sisi kewirausahaan di era digital, dan juga mendukung program strategis nasional pemerintah, khususnya akselerasi di bidang keuangan inklusif. Dimana, langkah ini sebagai bagian dari menumbuhkembangkan jiwa bisnis kewirausahaan kaum perempuan.

Baca Juga: Artikel Edukasi: Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

“Upaya ini mendorong akses perempuan Indonesia kepada sektor keuangan formal dan berbasis digital, yaitu kerjasama dan kolaborasi secara intens dari pihak pemerintah, penyedia layanan keuangan, seluruh ekosistem keuangan, termasuk pelaku pendukung lainnya dan tentu saja peran aktif dari perempuan itu sendiri,” jelas Sharmila, yang sekaligus Ketua Komite Tetap Kewirausahaan KADIN Indonesia.

Dalam catatan indeks keuangan, inklusif keuangan Indonesia telah mencapai 81 persen di tahun 2021 dan ditargetkan menjadi 90 persen pada tahun 2024. Khusus untuk pengusaha perempuan mikro dan ultra-mikro, INKOWAPI terus mendorong transformasi ekonomi UMKM ke arah digitalisasi, yang akan menjadi kunci ekosistem digitalisasi UMKM.

“Tentu saja keterlibatan perempuan dalam inklusi keuangan dinilai dapat meningkatkan kontribusi ekonomi secara luas, yang turut mendukung pembangunan ekonomi di Indonesia,” tegas pendiri Warung Sahabat Usaha Rakyat atau SAHARA ini penuh optimis.

Baca Juga: Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem di Kota Kembang, Sebanyak 2.000 Pohon Sudah Dipangkas

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Sumber: Pers Rilis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X