Indonesia Mampu Hadapi Ancaman Krisis Global

- Kamis, 13 Oktober 2022 | 19:09 WIB
ilustrasi krisis global (pixabay/geralt)
ilustrasi krisis global (pixabay/geralt)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Fiskal Indonesia dinilai disiplin. Dimana tahun depan defisit akan kembali ke 3 persen.

"Sementara, negara lain berjibaku dengan tingkat utang yang tinggi," kata ekonom Bank Permata Joshua Pardede di Jakarta, Kamis (13/10).

Menurutnya, Indonesia memiliki pengelolaan utang yang relatif baik. Selain itu juga dengan kebijakan moneter yang tidak seagresif Amerika Serikat.

"Tambahan postur ekonomi kita sendiri sangat didorong konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga berkontribusi lebih dari 50 persen dari total PDB nasional," ujarnya.

Kemudian penopang berikutnya adalah ekspor. Artinya, kata dia, saat ekonomi dunia melambat, ekspor akan melambat.

"Akan tetapi, fakta kontribusi ekspor tidak besar daripada konsumsi. Maka dari itu, menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk menjaga konsumsi masyarakat," tandasnya.

Prioritas
Dikatakan, hal itu bisa dilakukan bila konsumsi tetap terjaga dan pemerintah memprioritaskan belanja untuk mendukung daya beli masyarakat.

"Khususnya untuk mendukung pelaku UMKM yang notabene adalah backbone ekonomi kita sendiri. Dengan kekuatan ekonomi domestik dan kebijakan pemerintah yang tepat, Indonesia diperkirakan tidak akan terlalu dalam masuk dalam resesi global," tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ekonomi Indonesia akan mampu menghadapi ancaman krisis ekonomi global. Dimana faktor eksternalnya masih sangat kuat.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Industri Event Miliki Potensi yang Sangat Besar

Sabtu, 28 Januari 2023 | 10:45 WIB
X