Aplikasi PINTU Bagikan Tips Investasi di Tengah Bayangan Resesi

- Selasa, 25 Oktober 2022 | 20:43 WIB
Timothius Martin (dok Pintu)
Timothius Martin (dok Pintu)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Berbagai lembaga memprediksi dan memberi peringatan akan kemungkinan terjadinya resesi yang diperkirakan dapat memangkas pertumbuhan ekonomi.

Tantangan Ekonomi tersebut tidak hanya dihadapi oleh Indonesia namun juga negara-negara lainnya.

Proyeksi tersebut juga mengacu kepada laporan World Economic Outlook: Countering The Cost of Living Crisis yang dirilis Dana Moneter Internasional (IMF) yang dirilis pada Selasa, 11 Oktober 2022.

Di mana data laporan menunjukkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini tidak berubah, yakni pada 3,2%.

Sementara tahun depan, pertumbuhan ekonomi dipangkas menjadi 2,7% dari sebelumnya 2,9%.

IMF melihat situasi 2023 merupakan profil pertumbuhan terlemah sejak 2001, kecuali masa pandemi Covid-19 dan krisis keuangan global.

Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Salzburg vs Chelsea di Red Bull Arena

Timothius Martin, Chief Marketing Officer PINTU mengungkapkan, “Sebagai investor, kita harus selalu memahami berbagai faktor resiko yang bisa timbul baik dari sisi makro-ekonomi, fundamental project atau aset, dan keadaan teknikal pasar''.

''Selain itu, di masa “winter” dan kemungkinan adanya resesi seperti saat ini, sangat penting juga untuk kita bisa lebih disiplin dalam mengatur keuangan dan menggunakan metode terstruktur seperti Dollar Cost Averaging (DCA) yang dapat membantu mengurangi risiko investasi dalam jangka panjang,” katanya.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

X