Schneider Electric Indonesia Raih Penghargaan Subroto Bidang Efisiensi Energi dari Kementerian ESDM

- Sabtu, 29 Oktober 2022 | 15:50 WIB

 

Jakarta, suaramerdeka-jakarta.com – Schneider Electric memperoleh Penghargaan Subroto Bidang Efisiensi Energi (PSBE) dari Kementerian Energi
dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk inisiatif dan upaya perusahaan dalam mengelola dan
meningkatkan efisiensi energi dalam kegiatan operasionalnya di pabrik pintar Cikarang. Schneider Electric memperoleh penghargaan untuk sub kategori manajemen energi di industri manufaktur kecil dan menengah.

PSBE merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Kementerian ESDM sejak 2012 kepada para stakeholder yang telah berhasil mengimplementasikan efisiensi dan konservasi energi. Penyelenggaraan nominasi PSBE terbagi dalam tiga kategori yang mencakup (1) Kategori Gedung Hemat Energi, yang mencakup sub kategori, gedung hijau, gedung baru, gedung retrofitted, gedung tropis, dan inovasi khusus;
(2) Kategori Manajemen Energi di Industri dan Gedung, yang mencakup sub kategori, gedung kecil dan menengah, gedung besar, industri pertambangan dan energi, industri manufaktur besar, industri manufaktur kecil dan menengah dan inovasi khusus; (3) Kategori Penghematan Energi di Gedung Perkantoran Pemerintah yang akan diikuti oleh Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah.

Roberto Rossi, Cluster President Schneider Electric Indonesia & Timor Leste Roberto Rossi mengaku bangga memperoleh pengakuan dari pemerintah Indonesia atas upaya dan inisiatif berkelanjutan perusahaan dalam mencapai target emisi nol bersih, sebagaimana yang juga menjadi target pemerintah.

"Terima kasih kepada seluruh staf dan karyawan Schneider Electric yang turut mendukung visi misi
perusahaan untuk menjadi perusahaan yang sustainable dan berdampak positif terhadap lingkungan, sosial dan ekonomi,” ujar Roberto Rossi.

Menurutnya, transformasi digital dari operasional pabrik yang dikombinasikan dengan pemanfaatan energi terbarukan dengan panel surya menjadi bukti nyata yang diharapkan akan dapat membuka wawasan para pelanggan untuk segera mengakselerasi transformasinya untuk mencapai tujuan sustainability.

Dia menambahkan, transformasi digital pabrik Schneider Electric di Cikarang telah dimulai sejak 2017 melalui penerapan teknologi digital dan otomasi dengan solusi EcoStruxure untuk produktivitas dan efisiensi operasionalnya. Pabrik pintar di Cikarang juga melakukan pelestarian keanekaragaman hayati di lingkungan pabriknya
antara lain dengan mengurangi pemakaian plastik sekali pakai, menghemat air, memperkuat dan
melestarikan ekosistem lingkungan.

"Adapun Schneider Electric menargetkan netralitas karbon pabrik pintar Cikarang pada 2025 dengan pemanfaatan 100% energi terbarukan sebagai sumber energi listrik, dan penerapan green supply chain seperti misalnya mengurangi air freight ratio di sektor logistik dan program 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di sektor kemasan produk untuk mendukung program zero waste dalam
pengelolaan sampah," papar Roberto. 

Dia juga menjelaskan, pemanfaatan sistem otomasi industri dan energi terbarukan di Schneider Electric Cikarang dapat meningkatkan visibilitas dan koordinasi antar operator, serta meningkatkan efisiensi energi hingga 15% dan mendukung pelestarian lingkungan. PLTS di Schneider Electric Cikarang dapat menghasilkan hingga 228MWh per tahun dan telah mengurangi emisi karbon hingga 181 ton CO2 per tahun atau setara dengan menanam 900 pohon per tahun. Lebih dari dua puluh persen (> 20%) dari konsumsi energi bulanan di pabrik saat ini dihasilkan dari tenaga surya.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Obaja Tour Buka Cabang Baru

Rabu, 25 Januari 2023 | 13:36 WIB

PT DEP Gelar National Convention Ke-4.

Senin, 5 Desember 2022 | 10:27 WIB

Industri Biodiesel Sudah Ikuti Aturan Pemerintah

Selasa, 15 November 2022 | 23:45 WIB

Penerapan SCR, Teknologi Mutakhir Kurangi Emisi PLTU

Minggu, 13 November 2022 | 22:30 WIB
X