BANDUNG, jakarta.suaramerdeka.com - Kendati dinilai mempunyai potensi besar, tingkat literasi dan inklusi atas pasar modal syariah masih harus didongkrak lagi. Untuk itu, diperlukan kerja keras.
Menurut Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik, kondisi tersebut sebenarnya tak hanya terjadi di pasar modal syariah saja. Edukasi dan sosialisasinya mesti diintensifkan.
"Secara umum pun pemahaman masyarakat kita terhadap pasar modal kan masih rendah, itu yang menjadi PR kita bersama," jelasnya pada Bandung Sharia Investor City (BaSIC) 2022, Sabtu (5/11/2022).
Aktivitas pasar modal syariah sendiri berbeda di antaranya dengan fatwa yang mengaturnya. Dalam empat terakhir, pertumbuhan saham syariah menunjukan tren positif. Naik empat kali lipat.
Baca Juga: Pasar Modal Makin Diminati, OJK: Bukan Cara Instan Untuk Kaya
Data termuktahir, jumlahnya berada dj angka 114.116 investor syariah. "Pencapaian ini patut disyukuri tapi merupakan tantangan untuk terus mengembangkan investor syariah," katanya.
Untuk investor pasar modal, Jeffrey menyebut jumlahnya makin berlipat selepas pandemi Covid-19. Dari semula hanya 2,5 juta investor pada 2019, hingga akhir pekan ini, jumlahnya sudah membengkak hingga 10 juta investor.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pasar Modal Syariah OJK, Fadhilah Kartikasasi menjelaskan bahwa hingga saat ini pada Pasar
Modal Syariah Indonesia telah terdapat 17 Anggota Bursa penyedia layanan Shariah Online Trading System (AB-SOTS) dan 4 Bank Administrator Rekening Dana Nasabah (RDN) Syariah.
Baca Juga: Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2022 Catat Rekor Baru Peserta, Pasar Modal Makin Sehat
Bahwa berdasarkan data AB-SOTS, dalam kurun waktu lima tahun terakhir sejak tahun 2017, jumlah investor syariah meningkat sebesar 392 persen dari 23.207 investor, menjadi 114.116 investor per
September 2022.
Asda Administrasi Setda Jabar, Ferry Sofwan Arif menambahkan bahwa antusiasme masyarakat Jawa Barat dalam berinvestasi di pasar modal syariah cukup besar.
Hingga September 2022, dari data yang dihimpun pihaknya, terdapat 15.692 investor syariah asal Jabar. Ini berarti tumbuh sebesar 142 persen dari 6.477 investor syariah per Januari 2019.
Baca Juga: Target CMSE 2022 Tetap Sasar Gen Z dan Milenial
"Dari sisi transaksi, nilai saham syariah di Jabar juga menyentuh angka lebih dari Rp 2 triliun. Hal ini menjadikan Jabar sebagai provinsi dengan jumlah investor saham syariah terbesar dan teraktif, diluar DKI," katanya. Jabar kemudian diganjar sebagai provinsi investor syariah.
Artikel Terkait
Kiky Saputri Diserang Fans Berat Leslar Karena Roasting Sang Idola, Netizen: Aku padamu Kiky, Love You Sekebon
Dukung Gerakan Akselerasi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), Jatim Target 100 persen di TA 2023/2024
Ramai Netizen Soroti Perut BCL Mirip Orang Hamil: "Kak BCL Lagi Ngajakin "Love Your Self"
Giliran Gardu Induk 150 kV Gunung Guruh yang Beroperasi
Indo Defence 2022,Sekretaris BPSDMP:Taruna KEMENHUB Aset Berharga Penyelenggaraan Transfortasi Indonesia
Menhub: Masyarakat Transportasi Bisa Jadi Mata Pemerintah di Lapangan
Jadwal Liga Inggris: Siap Salip Arsenal, The Citizen Ditantang Tim 'Kuda Hitam' Fulham
Pasangan Jepang Rengkuh Trofi Juara Turnamen Tenis Medco Energi
Gweneth Siap Bersaing Secara Sehat Perebutkan Tiket Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022
Big Match Chelsea vs Arsenal, Potter: Bukan Ajang Balas Dendam Untuk Aubameyang