Antisipasi Krisis Pangan dan Resesi Ekonomi, Food Station Perkuat Program Ketahanan Pangan Jakarta di 2023

- Senin, 7 November 2022 | 19:02 WIB
Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo mengungkapkan, pada 2023 nanti pihaknya akan memperkuat penyediaan cadangan pangan seperti gabah, beras bahkan menyediakan beras fortifikasi. (Foto: Dok Food Station Tjipinang Jaya)
Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo mengungkapkan, pada 2023 nanti pihaknya akan memperkuat penyediaan cadangan pangan seperti gabah, beras bahkan menyediakan beras fortifikasi. (Foto: Dok Food Station Tjipinang Jaya)

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com – PT. Food Station Tjipinang Jaya selaku BUMD Pangan Jakarta, fokus memperkuat cadangan pangan prioritas untuk mengantisipasi ancaman krisis pangan dan resesi ekonomi, pada 2023 nanti.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo di sela menerima kunjungan kerja Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) dalam rangka monitoring Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) di PIBC, 7/11)

Pamrihadi mengungkapkan, pada 2023 nanti pihaknya akan memperkuat penyediaan cadangan pangan seperti gabah, beras bahkan menyediakan beras fortifikasi.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga akan terus melanjutkan pengembangan budidaya tanam untuk beberapa area dengan luas 1.000 hektar dan memperkuat program kontrak farming dengan daerah penghasil beras seluas 10.000 hektar.

“Pada dasarnya kami siap menjadi garda terdepan bila terjadi krisis pangan di masa mendatang, serta mencari sumber pendanaan lain selain PMD,” paparnya.

Pamrihadi juga memastikan, selain beras cadangan pangan seperti gula pasir, tepung terigu, minyak goreng, jagung dan kopi akan tetap terjaga dan terpenuhi.

Pihaknya, berkomitmen untuk menjaga keseimbangan dan keterjangkauan harga, menjaga suplai pangan, distribusi berkesinambungan, standarisasi harga dan kualitas.

“Rencana kerja 2023 kami telah mendapatkan dukungan dari anggota dewan. Dalam hal ini kami mendapatkan penyertaan modal daerah (PMD) sebesar Rp 89 miliar,” ujarnya.

Disampaikan Pamrihadi, pihaknya sedang proses perubahan badan hukum dari Perseroan Terbatas (PT) Food Station Tjipinang Jaya menjadi Perseroan Daerah (Perseroda) guna mengoptimalkan upaya  pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat melalui berbagai upaya dari hulu sampai hilir.

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

SimInvest Luncurkan Fitur Baru: Investasi Reksa Dana!

Jumat, 3 Februari 2023 | 14:20 WIB

Ada Gaduh Perang Galon di Balik Isu BPA

Jumat, 3 Februari 2023 | 13:39 WIB
X