Indonesia Harus Jaga Perekonomian Domestik untuk Hadapi Tekanan Ekonomi Global

- Selasa, 22 November 2022 | 20:52 WIB
Ilustrasi resesi dalam bentuk grafik. (pixabay.com/Gam-Ol)
Ilustrasi resesi dalam bentuk grafik. (pixabay.com/Gam-Ol)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Pemerintah belum perlu melakukan extra effort atau menambah kebijakan. Khususnya terkait beratnya prospek perekonomian global.

"Asaljan pemerintah mampu menjaga perekonomian dalam negeri. Kemudian, menjaga perekonomian domestik agar tidak terganggu, karena ekonomi domestik sedang mengalami pemulihan," kata Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah, Selasa (22/11).

Menurutnya, di tengah kondisi global, andalannya adalah permintaan domestik atau pasar dalam negeri. Dimana hal itu jangan sampai ada gangguan.

"Tidak ada pejabat yang mengatakan kita akan alami resesi, kondisi yang suram. Namun ada kesamaan pandangan, kita harus hati-hati," ujarnya.

Sebab, kondisi global memang berat. Jadi memang harus berhati-hati. Karena bagaimanapun, Indonesia bisa terdampak jika tidak mengambil keputusan yang benar.

"Begitu pula dengan aksi Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen. Dimana hal itu dianggap sebagai langkah yang tepat," tandasnya.

Meredam
Dikatakan, kenaikan suku bunga itu justru untuk meredam inflas. Sehingga tidak sekedar meredam pelemahan nilai tukar.

"Kenaikan suku bunga juga bisa meredam inflasi. Karena artinya pengetatan demand, menurunkan demand, dalam rangka untuk mengurangi tekanan inflasi," tegasnya.

Prospek ekonomi global diprediksi akan melambat dan mempengaruhi Indonesia. Hal itu telah berulang kali disampaikan oleh pejabat pemerintah.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

2023 Jadi Tahun Pertaruhan Indonesia

Jumat, 9 Desember 2022 | 20:00 WIB

Perluas Layanan Perbankan, Bank DKI Gaet RS Pelni

Jumat, 9 Desember 2022 | 14:55 WIB

Pemerintah Harus Mudahkan Investor Jalankan Usaha

Kamis, 8 Desember 2022 | 21:10 WIB
X