GUKMI Bentuk dari Antusias UMKM yang Ingin Kembagkan Perekonomian Indonesia

- Kamis, 24 November 2022 | 23:24 WIB
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Republik  Indonesia, Yulius (SM/Dok)
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Yulius (SM/Dok)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Lebih dari 200 UMKM Indonesia hadir pada Galang UKM Indonesia (GUKMI) 2022 Series ke-7 ini. MarkPlus Institute bersama Asia Council for Small Business (ACSB) Indonesia kembali GUKMI 2022 mengupas optimisme UMKM Indonesia dalam menghadapi pertumbuhan ekonomi dengan tema “Bangkit Dari Pandemi Siaga Hadapi Resesi”.

"GUKMI 2022 merupakan bentuk dari antusias UMKM yang ingin sama-sama mengembangkan perekonomian Indonesia. Tahun ini ICSB (Indonesia Council for Small Business) bertransformasi menjadi ACSB (Asia Council for Small Business) sebagai upaya keaktifan dan fokus kami untuk mengabdi kepada masyarakat Indonesia," ujar President & CEO ACSB Indonesia, Mufid Wahyudi pada Selasa, 22 November 2022.

Tantangan Covid-19 yang ada telah mengakibatkan kemerosotan ekonomi hingga peningkatan angka kemiskinan. Namun, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan III 2022 kembali mencatatkan kinerja yang impresif.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Yulius menyatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), secara kumulatif, kinerja ekonomi Indonesia terus semakin kuat pada Triwulan III 2022.

"Perkembangan tersebut tercermin pada pertumbuhan ekonomi Triwulan III 2022 yang mencapai 5,72% (yoy), lebih tinggi dari capaian Triwulan sebelumnya sebesar 5,45% (yoy)," kata Yulius.

Strategi pemerintah, lanjut dia, dalam menghadapi ancaman global di antaranya melalui upaya peningkatan belanja yang diawali dengan kampanye Bangga Buatan Indonesia, khususnya UMKM yang erat dengan gaya hidup masyarakat.

Sementara Kepala Departemen Pengembangan UMKM & Perlindungan Konsumen Bank Indonesia, Yunita Resmi Sari menyebutkan bahwa 74 persen UMKM mengetahui bisnis online seperti e-commerce.

Namun, hanya 20 persen yang mempunyai literasi digital. Hal ini melihat kendala UMKM yang meliputi keamanan informasi komputer, pola pikir, dan memenuhi 3K (Kualitas, Kapasitas dan Kuantitas)

"Potensi teknologi dapat meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan penguasaan akses pasar UMKM untuk meningkat daya saingnya. Adopsi digitalisasi ini juga dapat mendorong pertumbuhan produktivitas dengan menurunkan transaksi, integrasi ke pasar luas, dengan memberikan nilai tambah sebesar 25 persen dan produktivitasnya 17 persen," ujar Yunita.***

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

2023 Jadi Tahun Pertaruhan Indonesia

Jumat, 9 Desember 2022 | 20:00 WIB

Perluas Layanan Perbankan, Bank DKI Gaet RS Pelni

Jumat, 9 Desember 2022 | 14:55 WIB

Pemerintah Harus Mudahkan Investor Jalankan Usaha

Kamis, 8 Desember 2022 | 21:10 WIB
X