Bangun Kolaborasi Menuju Indonesia Kompeten 2030 melalui Ekosistem Talenta Unggul

- Minggu, 27 November 2022 | 10:34 WIB
Ketua Steering Committee Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK), Yunus Triyonggo (SM/Prajtna Lydiasari)
Ketua Steering Committee Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK), Yunus Triyonggo (SM/Prajtna Lydiasari)

BOGOR, suaramerdeka-jakarta.com - Ketua Steering Committee Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK), Yunus Triyonggo menegaskan kembali peran unik GNIK dalam membangun kolaborasi menuju Indonesia Kompeten 2030 melalui pembentukan ekosistem talenta unggul dalam identifikasi, pengembangan, sebagai agen perubahan.

"Dan jembatan antar berbagai pemangku kepentingan, pemerintah, praktisi industri dan akademisi di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM ) Kontribusi GNIK," tegasnya di Bogor pada Sabtu, 26 November 2022.

Dalam kegiatan bertajuk Kolaborasi Menuju Indonesia Kompeten 2030 ini merupakan jajak pendapat mendefinisikan Karakter Kepemimpinan Nasional Periode 2024-2029 yang seyogyanya menjadi karakter calon pemimpin Indonesia masa depan.

"Dan akan mampu mengantarkan negara ini sebagai negara berkekuatan ekonomi nomor 5 terbesar sesuai analisa salah satu lembaga riset independen internasional," ujarnya.

Survey yang diikuti oleh lebih dari 300 HR Top Leaders di Indonesia, menghasilkan lima simpulan karakter kepemimpinan nasional yang dianggap utama, yaitu bervisi nasional, berkarakter kuat, kepemimpinan unggul, merespon dengan cepat dan efektif untuk antisipasi perubahan, komitmen untuk perkembangan dengan mengerahkan seluruh sumber daya nasional demi kemajuan dan kejayaan nasional di kancah internasional.

Selain itu, kegiatan ini ditetapkan pula peta jalan (RoadMap) GNIK sebagai sebuah organisasi dalam menyikapi kesiapan tenaga kerja di bidang MSDM khususnya, dan seluruh pemangku kepentingan dalam pencapaian hasil optimal puncak bonus demografi Indonesia di tahun 2030.

Melalui jajak pendapat terhadap lebih dari 300 HR Top Leader Indonesia ini dihasilkan empat pilar fokus peta jalan GNIK yang akan dituangkan dalam bentuk white paper dengan titik berat pada strategi perjalanan karir pekerja paripurna, strategi peningkatan fokus pengembangan keterampilan non teknis pekerja, kerangka berpikir manusia Indonesia kompeten, dan acuan teknis untuk implementasi dalam organisasi.

"Ke empat pilar fokus ini akan menjadi sumbangsih nyata GNIK kepada bangsa Indonesia melalui dokumen kerja dan acuan teknis yang memperhatikan seluruh aspek bisnis, sosiobudaya, makro ekonomi, regulasi serta keunikan lanskap karakter tenaga kerja di Indonesia," tuturnya.

Yunus mengatakan seluruh peserta terdiri dari lebih dari 300 pimpinan bidang MSDM yang hadir juga menguatkan komitmen berkelanjutan untuk menjadi suri tauladan dalam mendukung usaha sertifikasi kompetensi tenaga kerja khususnya di bidang MSDM sesuai SK Menaker RI 115/ 2022 tentang wajib Sertifikasi bagi Tenaga Kerja bidang Manajemen SDM.

"Sebagai bentuk konkrit langkah maju tidak terputus, GNIK juga akan membagikan praktik-praktik terbaik dari top 300 HR Leaders dalam mengelola dan menjadikan SDM yang kompeten melalui media digital dalam bentuk siaran podcast dan menerbikan buku kumpulan Best Practice pengelolaan SDM Indonesia," katanya.

Untuk diketahui bahwa seluruh konsensus tersebut merupakan bentuk peran nyata para praktisi HR dan pejuang kompetensi lainnya dalam pencapaian puncak bonus demografi di tahun 2030 menyongsong Indonesia Emas 2045. ***

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Erick Thohir: BUMN Terus Dorong UMKM Naik Kelas

Kamis, 26 Januari 2023 | 15:38 WIB

Obaja Tour Buka Cabang Baru

Rabu, 25 Januari 2023 | 13:36 WIB

SHAFIQ Naikkan Target Pendanaan Tahun ini

Selasa, 24 Januari 2023 | 19:48 WIB

10 Capaian Prestasi BRI di 2022 & Strategi Hadapi 2023

Selasa, 24 Januari 2023 | 19:25 WIB
X