Penurunan Suku Bunga KUR Super Mikro Mudahkan Pelaku Usaha Kecil Akses Modal

- Rabu, 30 November 2022 | 17:39 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai memimpin Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Pembiayaan Bagi UMKM terkait Evaluasi Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) TA 2022 dan Usulan Perubahan Kebijakan KUR tahun 2023. (Biro KLIP Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai memimpin Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Pembiayaan Bagi UMKM terkait Evaluasi Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) TA 2022 dan Usulan Perubahan Kebijakan KUR tahun 2023. (Biro KLIP Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Kebijakan pemerintah yang menurunkan suku bunga kredit super mikro menjadi 3 persen, patut diapresiasi. Sebab diharapkan pelaku usaha kecil bisa mengakses permodalan dan mengembangkan usaha mereka.

"Ini akan sangat menggairahkan bagi para pelaku usaha mikro, untuk mengakses kredit. Tertutama bila membutuhkan modal untuk menambah modal usaha," kata Pengamat Koperasi dan UMKM Agus Muharram, Rabu (30/11).

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, dengan semakin membaiknya kondisi perekonomian nasional, pemerintah menilai perlu dilakukan penyesuaian. Khususnya terhadap kebijakan KUR, terkait relaksasi yang diberikan kepada debitur.

"Penyesuaian kebijakan tersebut juga perlu dilakukan guna mengoptimalisasi penyaluran KUR agar lebih tepat sasaran. Serta mendorong efisiensi anggaran belanja subsidi bunga/subsidi marjin KUR, agar tidak membebani kemampuan fiskal pemerintah," ujarnya.

Sehingga, kata dia, pemerintah menurunkan tingkat suku bunga KUR Super Mikro menjadi 3 persen. Hal itu demi menghadapi resiko stagflasi serta wujud keberpihakan kepada pekerja terkena PHK dan ibu rumah tangga yang menjalankan usaha produktif.

"Salah satu penyesuaian tersebut juga dilakukan pemerintah dengan mengembalikan beberapa kebijakan KUR saat masa pra-pandemi. Mulai dari suku bunga KUR Mikro dan KUR Kecil menjadi sebesar 6 persen," tandasnya.

Selain itu, kembalinya penetapan penyaluran KUR pada sektor produksi sebesar 60 persen. Serta pembatasan total akumulasi plafon KUR Kecil menjadi maksimal Rp 500 juta.

Bertahan
Agus Muharram menambahkan, di tengah ancaman resesi global, gelompang PHK dan perlambatan ekonomi di beberapa sektor, UMKM dianggap cukup tangguh bertahan. Dengan adanya kredit yang murah, maka pelaku bisa mulai menjalankan usaha mereka.

"Selain itu, menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, berdikari. Namun selain modal, tentu harus dipikirkan tentang penjualan produk yang mereka hasilkan," tegasnya.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Erick Thohir: BUMN Terus Dorong UMKM Naik Kelas

Kamis, 26 Januari 2023 | 15:38 WIB

Obaja Tour Buka Cabang Baru

Rabu, 25 Januari 2023 | 13:36 WIB

SHAFIQ Naikkan Target Pendanaan Tahun ini

Selasa, 24 Januari 2023 | 19:48 WIB

10 Capaian Prestasi BRI di 2022 & Strategi Hadapi 2023

Selasa, 24 Januari 2023 | 19:25 WIB
X