Inflasi Melandai, Momentum Bagus Jelang Nataru

- Jumat, 2 Desember 2022 | 20:46 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Biro KLIP Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Biro KLIP Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Pelandaian inflasi pada November 2022, menjadi modal yang baik jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2023. Pasalnya, akhir tahun identik dengan kenaikan harga berbagai macam kebutuhan.

"Ini modal yang cukup baik. Mengingat akhir tahun sudah mulai naik harga-harga kebutuhan secara umum. Harga telur udah mulai menanjak," kata ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda, Jumat (2/12).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, inflasi November 2022 melandai. Yakni dari tingkat inflasi bulan sebelumnya.

"Secara tahunan, inflasi November 2022 tercatat sebesar 5,42 persen (yoy). Hal itu menurun dibanding inflasi bulan Oktober 2022 sebesar 5,71 persen (yoy)," ujarnya.

Penurunan ini ditopang inflasi Volatile Food (VF) yang menurun. Hal itu karena extra effort pengendalian inflasi seluruh pihak di tengah inflasi Administered Prices (AP), yang masih tinggi.

"Sementara secara bulanan, pada November tercatat mengalami inflasi sebesar 0,09 persen (mtm). Pencapaian inflasi Indonesia masih tetap terkendali di tengah tren inflasi tinggi yang masih terjadi di berbagai negara," tandasnya.

Antara lain seperti Uni Eropa saat ini inflasinya tercatat sebesar 10 persen (yoy) pada November 2022. Kemudian India dan US yang realisasi inflasinya masing-masing tercatat sebesar 6,77 persen (yoy) dan 7,7 persen (yoy).

Deflasi
Berdasarkan komponen, volatile food tercatat mengalami deflasi sebesar -0,22 persen (mtm) atau 5,70 persen (yoy). Beberapa komoditas pangan yang menyumbang terhadap inflasi November yakni telur ayam ras, tomat, beras, tempe, tahu mentah dan bawang merah.

Sementara komoditas yang menyumbang andil deflasi m-to-m yakni cabai merah dan cabai rawit masing-masing sebesar -0,08 persen dan -0,03, persen. Harga telur mengalami kenaikan disebabkan pasokan yang terbatas di tengah peningkatan permintaan sepanjang November.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Industri Event Miliki Potensi yang Sangat Besar

Sabtu, 28 Januari 2023 | 10:45 WIB

Erick Thohir: BUMN Terus Dorong UMKM Naik Kelas

Kamis, 26 Januari 2023 | 15:38 WIB
X