60 Persen Pangsa Pasar Kendaraan Listrik akan Bergantung pada Produksi Indonesia

- Sabtu, 3 Desember 2022 | 16:57 WIB
Rombongan Presiden Joko Widodo saat menggunakan mobil listrik.  ((BPMI Setpres/Laily Rachev))
Rombongan Presiden Joko Widodo saat menggunakan mobil listrik. ((BPMI Setpres/Laily Rachev))

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Keseriusan membangun ekosistem industri kendaraan listrik alias electric vehicle (EV), terus ditunjukkan oleh pemerintah.

Apalagi, Presiden Joko Widodo memperkirakan bila ekosistem ini jadi, maka sebanyak 60 persen pangsa pasar kendaraan listrik, akan bergantung pada produksi Indonesia.

"Saya mendukung penuh langkah pemerintah beralih dari penggunaan energi fosil menuju ke energi yang lebih ramah lingkungan," kata Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Edy Soeparno, Sabtu (3/12).

Keseriusan pemerintah mengembangkan industri baterai kendaraan listrik, telah diperkuat melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019. PP tersebut berisi tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) untuk Transportasi Jalan.

"Dalam rangka mendukung proyek strategis pemerintah untuk mengembangkan baterai kendaraan listrik, maka perlu didorong pengembangan smelter HPAL. Yakni dengan hidrometalurgi, yang mampu mengolah nikel kadar di bawah 1,7 persen," ujarnya.

Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, Indonesia merupakan negara dengan jumlah cadangan nikel terbesar di dunia. Artinya, pemerintah dengan gampang bisa menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi baterai kendaraan listrik di dunia.

Terbesar
Apalagi, kata dia, Indonesia adalah negara dengan jumlah cadangan nikel terbesar dunia. Selain itu, kaya akan mineral logam lainnya seperti tembaga, mangan dan aluminium.

"Dimana itu diperlukan untuk membangun ekosistem industri kendaraan listrik berbasis baterai. Bahkan Indonesia memiliki posisi tawar yang tinggi dalam menguasai rantai pasok untuk kebutuhan kendaraan listrik berbasis baterai," tandasnya.

Sedangkan anggota Komisi VI DPR RI Rudi Hartono Bangun, meminta agar Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) - khususnya perusahaan BUMN sektor energi - untuk mengembangkan ekosistem industri baterai kendaraan bermotor listrik. Sebab, pemerintah dan BUMN bisa memanfaatkan potensi nikel untuk kepentingan dalam negeri.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Erick Thohir: BUMN Terus Dorong UMKM Naik Kelas

Kamis, 26 Januari 2023 | 15:38 WIB

Obaja Tour Buka Cabang Baru

Rabu, 25 Januari 2023 | 13:36 WIB

SHAFIQ Naikkan Target Pendanaan Tahun ini

Selasa, 24 Januari 2023 | 19:48 WIB

10 Capaian Prestasi BRI di 2022 & Strategi Hadapi 2023

Selasa, 24 Januari 2023 | 19:25 WIB
X