Butuh 9 Juta Talenta Digital, Kolaborasi Pendidikan dan Industri Mendesak Dilakukan

- Senin, 5 Desember 2022 | 20:45 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Biro KLIP Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Biro KLIP Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Kesenjangan masih terjadi antara permintaan dan penawaran talenta digital. Bahkan, sebuah survei mengatakan 60 persen perusahaan teknologi dan informatika mengaku susah mendapatkan digital talent di bidang data pemrograman dan analisis data.

"Jadi, saat ini memang masih terjadi kesenjangan antara permintaan dan penawaran talenta digital. Sehingga, mereka malah merekrut pekerja asing untuk dua posisi tersebut," kata ekonom INDEF Nailul Huda, Senin (5/12).

Karenanya, dibutuhkan integrasi pendidikan dengan kebutuhan teknologi. Hal inilah yang sampai saat ini belum ketemu.

Sebelumnya dalam Rapat Pimpinan Nasional KADIN 2022, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia membutuhkan jutaan tenaga kerja dalam bidang digital. Peluang yang besar ini mengingat tumbuh suburnya ekosistem digital.

"Kita butuh sembilan juta tenaga kerja dalam 15 tahun, atau kita harus melahirkan 600 ribu tenaga kerja setiap tahun. Inilah tugas KADIN, untuk mengakselerasi pendidikan," ujar Airlangga.

Menurutnya, hal itu agar digitalisasi - yang sebagian besar tergantung SDM - seluruhnya bisa dipersiapkan oleh anak-anak muda Indonesia. Hal itu bisa dilakukan dengan memanfaatkan kondisi perekonomian nasional yang membaik saat ini.

Akselerasi
Hal itu ditambah dengan keuntungan memiliki bonus demografi. Dimana diperkirakan terjadi hingga 2035, salah satu yang dapat dilakukan yakni dengan mengakselerasi ekonomi digital.

"Nilai ekonomi digital di kawasan ASEAN diproyeksikan mencapai 330 miliar dolar AS pada tahun 2025. Karenanya, Airlangga berharap Indonesia ikut mengambil peluang, termasuk dengan mempersiapkan SDM," tandasnya.

Dikatakan, program vokasi yang dilakukan pemerintah juga disebut bisa menyiapkan tenaga kerja digital. Pemerintah telah memiliki program pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi diharapkan menjadi solusi.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Erick Thohir: BUMN Terus Dorong UMKM Naik Kelas

Kamis, 26 Januari 2023 | 15:38 WIB

Obaja Tour Buka Cabang Baru

Rabu, 25 Januari 2023 | 13:36 WIB

SHAFIQ Naikkan Target Pendanaan Tahun ini

Selasa, 24 Januari 2023 | 19:48 WIB

10 Capaian Prestasi BRI di 2022 & Strategi Hadapi 2023

Selasa, 24 Januari 2023 | 19:25 WIB
X