#MetaID2023 Fokus Dukung Pelaku Bisnis dan Komunitas

- Rabu, 7 Desember 2022 | 12:45 WIB

Jakarta, suaramerdeka-jakarta.com - Sepanjang tahun 2022, Meta di Indonesia meluncurkan beragam program dan inisiatif agar orang-orang dapat mengambil manfaat dari kekuatan teknologi digital. Menjelang akhir tahun, Meta membagikan fokus #MetaID2023 untuk memberikan wawasan serta tren di tahun depan yang bermanfaat bagi pelaku bisnis dan komunitas agar dapat tumbuh dan berkembang di Facebook, Instagram, dan WhatsApp.
 
“Di tahun 2023 mendatang, Meta akan terus berfokus untuk mendukung orang-orang di atas Facebook, Instagram dan WhatsApp, mengadopsi kekuatan teknologi digital untuk memberikan dampak yang lebih luas kepada komunitas,” ujar Pieter Lydian, Country Director, Meta di Indonesia.
 
Dia memaparkan, di tahun 2023, Meta akan berfokus pada 3 hal utama: membantu pelaku bisnis melalui kekuatan teknologi digital, mendukung akselerasi digital melalui serangkaian kemitraan dan program, serta mendorong tren dan inspirasi bagi kreator dan komunitas yang menggunakan platform-platform Meta.
 
Dari sektor bisnis, Meta melihat di tahun 2023 aktivitas bisnis di ranah online akan semakin erat
dengan penggunaan layanan perpesanan bisnis atau business messaging, terutama melalui
layanan WhatsApp yang begitu populer di Indonesia. Studi yang diluncurkan oleh Kantar di
tahun 2022 menunjukkan, 7 dari 10 orang di Indonesia lebih suka menggunakan layanan
business messaging untuk terhubung dengan bisnis daripada melalui telepon atau email.
 
“Pertumbuhan penggunaan business messaging mengalami peningkatan sepanjang tahun ini.
Artinya, bisnis dan konsumen sudah menempatkan hal tersebut sebagai cara yang signifikan untuk memperoleh barang atau jasa dari bisnis secara personal. Hal ini juga didorong dengan lebih banyaknya kelompok Milenial dan Gen-Z yang terus menciptakan tren dan inovasi di ranah digital, termasuk menentukan bagaimana perjalanan belanja online dengan metode
perpesanan. Kami melihat kesempatan yang besar kedepannya mengingat Indonesia juga adalah salah satu negara dengan pengguna teknologi digital terbesar di dunia,” ujar Aldo Rambie, Kepala Industri, Meta di Indonesia.
 
Agar pelaku bisnis dapat terus tumbuh dan berkembang untuk bisa memanfaatkan teknologi digital secara maksimal, Meta juga akan melanjutkan beragam program pelatihan untuk pelaku bisnis diantaranya Meta Boost yang sepanjang 2021-2022 telah melatih 14.860 UKM dan #Shemeansbusiness, program untuk memberdayakan pengusaha perempuan, yang tahun 2022 ini sudah melatih 15.349 pelaku usaha perempuan.
 
Selain pelaku bisnis, Meta juga akan berfokus untuk melanjutkan program-program yang
ditujukan untuk berbagai komunitas yang tumbuh di atas platform. Tahun ini, Meta juga melihat
bagaimana komunitas yang ada di Facebook dan Instagram telah mengadopsi pengalaman
awal metaverse untuk dapat terhubung dengan lebih banyak orang dengan cara yang unik dan
berbeda, salah satunya melalui pengalaman Augmented Reality (AR).
 
Bulan September tahun ini, Meta meluncurkan Akademi Pembelajaran Virtual, sebuah
program pelatihan untuk kreator-kreator Spark AR di seluruh Indonesia dari berbagai latar
belakang dan tingkatan yang bertujuan memberikan mereka kemampuan dari tingkat dasar hingga lanjut, untuk menciptakan pengalaman Augmented Reality (AR) yang menarik dan membawa dampak ekonomi.
 
"Kami di Meta percaya bahwa metaverse merupakan masa depan teknologi sosial dan komunitas Spark AR ini merupakan komunitas yang akan menentukan bagaimana orang-orang saling terhubung di atas platform kami melalui kekuatan teknologi digital. Akademi Pembelajaran Virtual merupakan upaya kami untuk mendukung anak-anak muda di Indonesia yang tertarik belajar Spark AR dan menjadi kreator-kreator masa depan sebagai tulang punggung dari masa depan metaverse dan evolusi teknologi secara umum,” ujar Noudhy Valdryno, Kepala Kebijakan Publik, Meta di Indonesia.

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tahun Politik

Selasa, 7 Februari 2023 | 21:54 WIB
X