2023 Jadi Tahun Pertaruhan Indonesia

- Jumat, 9 Desember 2022 | 20:00 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Biro KLIP Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Biro KLIP Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Tahun 2023 menjadi tahun pertaruhan Indonesia. Khususnya setelah dua tahun masa pandemi bisa bertahan.

“Tahun depan adalah pertaruhan Indonesia. Karena kalau kita bisa menangani tantangan yang ada di tahun depan, maka kami berharap bahwa Indonesia bisa lepas landas berikutnya," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jumat (9/12).

Menurutnya, hal itu karena sudah dua tahun ini Indonesia bisa survive. Tinggal tahun depan dan Indonesia harus bisa bertahan.

"Pada saat itu, tidak banyak negara yang bisa take off seperti Indonesia. Momentum keberhasilan Presidensi G20 Indonesia, mampu memberikan dampak bagi keberlanjutan akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Yang mana pada kuartal ketiga, berhasil menembus angka 5,72 persen (yoy). Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2023 tumbuh ekspansi di angka 4,5-5 persen.

"Hal itu disebabkan adanya tekanan ekonomi global. Meski demikian, ekonomi Indonesia masih cenderung bertahan dibanding negara lain," tandasnya.

Kuat
Faisal menambahkan, Indonesia relatif masih kuat jika dibandingkan negara-negara lain. Dimana mereka mengalami perlambatan pertumbuhan.

"Pertumbuhan ekonomi tahun depan memang agak menurun dibanding tahun ini. Namun masih terbilang resilien," tegasnya.

Karena Indonesia masih relatif kuat, yakni 4,5-5 persen. Hal itu karena perekonomian Indonesia disokong oleh ekonomi domestik.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Erick Thohir: BUMN Terus Dorong UMKM Naik Kelas

Kamis, 26 Januari 2023 | 15:38 WIB
X