Indonesia Harus Kurangi Ketergantungan Impor untuk Menuju Kemandirian Energi

- Selasa, 24 Januari 2023 | 19:02 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Diskusi Berdikari, Lawan Krisis Global dengan Ketahanan Energi. (Biro KLIP Kemenko Perekknomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Diskusi Berdikari, Lawan Krisis Global dengan Ketahanan Energi. (Biro KLIP Kemenko Perekknomian)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Indonesia bisa berdikari dalam bidang energi. Terutama jika bisa melepas ketergantungan BBM.

"Indonesia memiliki sejumlah sumber energi terbarukan yang bisa digunakan, namun masih ada tantangan yang dihadapi," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (24/1).

Hal itu disampaikannya dalam acara Diskusi Berdikari, Lawan Krisis Global dengan Ketahanan Energi. Menurutnya, Indonesia mampu berdikari energi.

"Ketergantungan di sektor otomotif, yaitu BBM. Karenanya, selama BBM bisa kita convert, bisa biodiesel dan kombinasi EV," ujarnya.

Dikatakan, tujuan untuk kemandirian energi bisa dicapai. Tetapi diantaranya harus memanfaatkan resource batubara yang besar.

"Coal to liquid jadi antara, agar ketergantungan pada impor BBM bisa dikurangi. Indonesia juga memiliki potensi besar untuk memproduksi solar panel," tandasnya.

Bahan Baku
Dia menambahkan, berkembang pabrik kaca, solar panel yang basinya kaca atau silika. Dimana bahan bakunya dimilikindi Indonesia miliki.

"Belum lagi kekayaan alam, ribuan pulau, danau, laut, Indonesia bisa menjadi renewable energi terbesar di Asia. Pemerintah belajar teknologi clean coal dari Jepang," tegasnya.

Dia menambahkan, negara tetangga bicara clean coal tech. Jepang menguasai teknologi berbasis nuklir terkait renewable energy.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

SimInvest Luncurkan Fitur Baru: Investasi Reksa Dana!

Jumat, 3 Februari 2023 | 14:20 WIB

Ada Gaduh Perang Galon di Balik Isu BPA

Jumat, 3 Februari 2023 | 13:39 WIB
X