Kisah Kreativitas Kelompok Usaha Serdang Bedagai, Sulap Anyaman Pandan Jadi Produk Ekspor

- Rabu, 25 Januari 2023 | 21:56 WIB

MEDAN,suatamerdeka-jakarta.com – Eva Harlia perempuan asal Dusun III Desa Pantai Cermin kanan, Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara,

telah berkecimpung selama 13 tahun di dunia seni kerajinan anyaman pandan. Usaha kerajinan anyaman pandan bernama "Menday Gallery and Souvenir".


Sejak dulu daerah Eva tinggal memiliki sumber daya alam yang cukup melimpah, terutama pohon pandan.

Baca Juga: Efisiensi Biaya Logistik Dongkrak Investasi dan Daya Saing Ekspor

Karena pandan merupakan tumbuhan endemik yang tumbuh subur di pesisir pantai.


Oleh karena itu, daerahnya menjadi sentra kerajinan anyaman penghasil lembaran tikar dengan bahan baku pandan. Melihat hal itu, Eva pun tergerak untuk melestarikan keunggulan di daerahnya tersebut.


"Di sini termasuk sentra, memang dari orang tua kami sudah bergelut di bidang anyaman penghasil lembaran tikar. Dari situlah saya tergerak memulai usaha ini dari 2010, sudah 13 tahun saya berkecimpung di usaha ini," kata Eva.

Baca Juga: Bekuk Wakil Korea, Rifqi Fitriadi Melaju ke Babak Kedua


Dengan modal awal digenggam hanya Rp 500 ribu, digunakan untuk membeli bahan baku pendukung agar anyaman pandan tersebut bernilai jual tinggi.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X