Ini Tiga Langkah Cegah Defisiensi Vitamin D

- Kamis, 13 Januari 2022 | 14:30 WIB

 
Jakarta, suaramerdeka-jakarta.com – Memasuki tahun yang baru dan semangat baru, masyarakat saat ini telah kembali melakukan aktivitas di luar rumah. Agar dapat tetap produktif, kesehatan menjadi kunci. Karenanya, bersamaan dengan situasi pandemi yang masih berlangsung, masyarakat harus memberikan perhatian lebih dalam menjaga daya tahan tubuh melalui asupan yang kaya akan vitamin, khususnya vitamin D. 
 
General Practitioner & PhD Candidate in Medical Science dr. Adam Prabata  mengatakan, ada tiga langkah yang dapat dilakukan oleh masyarakat guna mencegah terjadinya defisiensi vitamin D. 
 
Pertama, melakukan pengecekan kadar vitamin D secara berkala – pemeriksaan kadar vitamin D rutin 6 (enam) bulan sekali bisa dilakukan untuk mengetahui kadar vitamin D dalam tubuh, di mana normalnya adalah 30 -100 ng/mL.
 
Kedua, memperbanyak kegiatan di luar ruangan dan mengonsumsi makanan dengan kandungan vitamin D - memperbanyak kegiatan di luar ruangan, seperti berolahraga, dapat membantu tubuh mendapatkan paparan sinar UV-B dari matahari, di mana diharapkan kulit yang diinduksi oleh sinar UV-B ini dapat memproduksi vitamin D. Jangan lupa perhatikan waktu dan berapa lama hal tersebut sebaiknya dilakukan. Pemenuhan vitamin D juga dapat berasal dari makanan yang dikonsumsi, seperti salmon, tuna, hati sapi, serta jamur.
 
Ketiga, mengonsumsi suplemen vitamin D - karena memastikan makanan yang dikonsumsi hanya dapat memenuhi 20% kebutuhan vitamin D dalam tubuh dan berjemur tidak cukup untuk memenuhi 80% sisa kadar vitamin D yang dibutuhkan sehari-hari secara optimal, maka suplementasi sangatlah dibutuhkan. Di mana, vitamin D3 lebih disukai sebagai suplemen dibandingkan D2, karena lebih lama bertahan di darah, serta mampu meningkatkan kadar vitamin D dan menjadikannya bentuk aktif untuk berbagai aksi penting bagi sel-sel tubuh. Karenanya Vitamin D3 1000 IU cukup ideal dikonsumsi untuk menjaga kadar vitamin D tetap optimal, sekaligus mencegah terjadinya defisiensi vitamin D.
 
“Kurangnya kadar vitamin D dalam tubuh, umum dialami oleh masyarakat, namun kebanyakan orang tidak menyadarinya akibat keluhan yang dirasakan sangat ringan, bahkan tidak ada keluhan sama sekali. Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab defisiensi vitamin D, yakni: faktor fisiologis, seperti usia dan kondisi kesehatan, termasuk obesitas dan atau tubuh tidak dapat menyerap cukup nutrisi dari makanan; tidak mendapatkan paparan sinar matahari yang memadai – dilihat dari kebiasaan berpakaian, penggunaan tabir surya, dan gaya hidup dengan aktivitas luar ruangan yang terbatas; serta kurangnya asupan makanan yang mengandung vitamin D. Tentu hal ini pada akhirnya berdampak pada kesehatan, khususnya daya tahan tubuh," papar dr. Adam. 
 
Dia juga menjelaskan, beberapa gejala defisiensi vitamin D yang dapat ditunjukkan oleh tubuh di antaranya: rendahnya daya tahan tubuh sehingga lebih mudah terkena infeksi, sering merasa lelah, sakit tulang dan otot, serta penyembuhan luka terganggu atau lama. Tak hanya itu, risiko terhadap penyakit lain juga bisa meningkat, seperti gangguan autoimun, diabetes, penyakit kardiovaskular dan kanker, serta komplikasi terkait kehamilan. Anak-anak yang mengonsumsi ASI dengan vitamin D yang tidak memadai pun memiliki risiko kemungkinan menderita rakhitis. Oleh sebab itu, langkah-langkah khusus untuk menghindari terjadinya defisiensi vitamin D ini sangat dibutuhkan, agar mampu meningkatkan daya tahan tubuh, sekaligus menjaga tubuh dari penyakit.
 
 
Sementara itu, Weitarsa Hendarto - Senior Vice President Marketing & International Operations Combiphar menambahkan, pihaknya menghadirkan sebuah produk yang dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan vitamin D dalam tubuh, agar senantiasa sehat, aktif, serta produktif, yakni Fortiboost D3.
 
"Kehadiran produk terbaru ini menegaskan komitmen Championing a Healthy Tomorrow yang terus menerus diusung oleh Combiphar, untuk memotivasi masyarakat agar melakukan langkah-langkah preventif guna memaksimalkan kesehatan kini dan nanti," ujarnya. 
 
 

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Terkini

Zegavit Jawab Kebutuhan Akan Mikronutrisi

Kamis, 28 April 2022 | 11:42 WIB

Habbats Latte, Cara Baru Menikmati Habbatussauda

Kamis, 28 April 2022 | 07:27 WIB

Obati Sakit Mag Dengan Menyenangkan

Jumat, 22 April 2022 | 10:52 WIB

Jaga Imunitas Anak dengan Asupan Vitamin C

Rabu, 6 April 2022 | 07:44 WIB
X