Gandeng Dian Sastro, Dove Ajak Wanita Lebih Percaya Diri

- Kamis, 21 April 2022 | 20:41 WIB
Kiri ke Kanan: Shafira - Stella Tika Lestari, Senior Brand Manager Dove - Dian Sastrowardoyo, Pekerja Seni, - Indah Sundari, M. Psi, Psikolog. (Dokumentasi)
Kiri ke Kanan: Shafira - Stella Tika Lestari, Senior Brand Manager Dove - Dian Sastrowardoyo, Pekerja Seni, - Indah Sundari, M. Psi, Psikolog. (Dokumentasi)



JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com, Dove melanjutkan komitmennya untuk meningkatkan rasa percaya diri perempuan Indonesia lewat kampanye Rambutku Mahkotaku. Dalam kampanye ini, Dove berkolaborasi dengan Dian Sastrowardoyo dan 4 perempuan inspiratif yang merepresentasikan keragaman rambut perempuan Indonesia.

Melibatkan komposer musik Eka Gustiwana, pesan positif yang dikemas dalam format lagu dan video musik ini mengajak perempuan Indonesia untuk bangga dan tampil percaya diri dengan rambutnya.

Senior Brand Manager Dove Stella Tika Lestari menjelaskan Dove percaya bahwa setiap perempuan memiliki kecantikan versi mereka sendiri, termasuk dengan jenis dan pilihan gaya rambutnya. Namun, survei yang dilakukan Dove menyebutkan satu dari dua perempuan kerap mendapat komentar negatif pada rambutnya.

"Mereka kerap mendapatkan komentar negatif dan ejekan akan gaya/penampilan rambutnya dari orang-orang terdekat yaitu keluarga atau sahabat. Melalui lagu ‘Rambutku Mahkotaku’, Dove berharap semakin banyak perempuan Indonesia bangga akan mahkotanya,” ujarnya, Rabu, 20 April 2020.

Pengalaman mendapatkan ejekan soal rambut ternyata berdampak pada kepercayaan diri perempuan, bahkan bisa menghambat potensi diri. Sebanyak 88% perempuan merasa kehidupan sosialnya terganggu oleh standar kecantikan rambut, selain itu 75% perempuan kehilangan rasa percaya diri dan 60% perempuan tidak merasa percaya diri untuk keluar rumah.

Baca Juga: Tidak Aman, Penggunaan Telur dari Ayam Berkandang Harus Dihentikan

Menanggapi survei tersebut, psikolog klinis Indah Sundari J, M.Psi. mengatakan faktor budaya membuat masyarakat memiliki standar kecantikan tersendiri. Tak jarang hal ini diartikan sebagai tuntutan dan keharusan agar membuat perempuan merasa diterima di lingkungannya.

Ketika perempuan tampil “berbeda” termasuk gaya rambutnya dan merasa tidak diterima, akan berdampak pada kondisi psikologisnya. Ia akan merasa tidak percaya diri, bahkan mungkin merasa tidak berharga. Kondisi ini kemudian akan mengganggu kesehatan mental, menghambat potensi diri, dan membatasi pergaulan.”

Lagu dan video klip ‘Rambutku Mahkotaku’ ini terinspirasi dari cerita-cerita personal yang pernah dialami Dian Sastrowardoyo dan 4 perempuan inspiratif yang merepresentasikan keragaman rambut perempuan Indonesia. Mereka adalah travel blogger Marischka Prudence, Aktris Poppy Sovia, beauty blogger Agnez Oryza, dan insinyur perkapalan Natya Bestari.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Mendapatkan Kulit Putin Tanpa Suntik? Ini Caranya

Rabu, 2 November 2022 | 08:48 WIB

Glazed Skin Hadir Lebih dari Sekedar Glow

Sabtu, 24 September 2022 | 23:26 WIB
X