Tak Tergantikan oleh Ibadah Virtual Oleh: Wirawan Chen

- Minggu, 15 Mei 2022 | 17:43 WIB

Praktisi Komunikasi,Peminat Komunikasi Antar Budaya


SUDAH dua tahun berturut-turut ibadah Waisak tidak dilakukan secara berjemaah di pelataran Candi Borobudur. Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya, candi peninggalan Kerajaan Mataram Kuno ini selalu ramai tiap Waisak tiba. Pandemi jadi biang keroknya. 

Tahun ini situasinya sudah lebih terkendali. Ibadah berjamaah kini sudah secara bertahap dapat dilakukan kembali. Pada Idulfitri beberapa waktu yang lalu ini misalnya, umat Islam sudah dapat melaksanakan salat Id secara berjemaah.

Demikian pula dengan umat Buddha. Mulai tahun ini, Candi Borobudur sudah digunakan kembali sebagai lokasi perayaan Waisak nasional. 

Baca Juga: Kolaborasi Lintas Industri PINTU dan Mangkokku Hadirkan “Paket Cuan” Berhadiah Bitcoin


Perayaan keberagaman

Terakhir kali saya merayakan Waisak di Candi Borobudur ialah pada 2018. Setahun kemudian, saya bertugas melayani perayaan Waisak di salah satu wihara di Jakarta.

Pada 2020 hingga 2021, pandemi menerpa. Walaupun terpaut empat tahun lamanya, memori akan perayaan Waisak di Candi Borobudur masih terekam dengan jelas di kepala. 

Perayaan Waisak di Candi Borobudur bukan sekadar ritual keagamaan biasa. Di sana, potret keberagaman dan keharmonisan umat Buddha dapat dilihat dan dirasakan dengan sangat jelas.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Toko Sepeda Rodalink Tambah Cabang di Yogyakarta

Selasa, 26 Juli 2022 | 12:45 WIB

Umi Kalsum; Si Penunggang Kuda dan......

Rabu, 22 Juni 2022 | 10:21 WIB

United Bike Rilis Sepeda Edisi Khusus G20

Minggu, 12 Juni 2022 | 10:33 WIB

Berhalal bi Halal sambil Bersepeda

Jumat, 20 Mei 2022 | 13:52 WIB
X