LYFLINE Sukses Selenggarakan Acara 'Medical Tourism' di Jakarta

- Sabtu, 4 Juni 2022 | 22:39 WIB
CEO dan juga Co-Founder LYFLINE, Drishti Mirchandani (kiri) dan Profesor Dr. Anupam Sibal dari Apollo Hospitals Group, pada acara Ekonomi Kesehatan Kreatif (EKK) bertema “Medical Tourism” di Jakarta, Kamis (2/6) (Foto: Dok Lyfline)
CEO dan juga Co-Founder LYFLINE, Drishti Mirchandani (kiri) dan Profesor Dr. Anupam Sibal dari Apollo Hospitals Group, pada acara Ekonomi Kesehatan Kreatif (EKK) bertema “Medical Tourism” di Jakarta, Kamis (2/6) (Foto: Dok Lyfline)

AKARTA,suaramerdeka-jakarta.com- LYFLINE sebuah perusahaan rintisan (startup) memfasilitasi kegiatan medical tourism di Jakarta.

Perusahaan tersebut pada Kamis (2/6) mengenalkan metode transplantasi hati yang telah sukses dilaksanakan Apollo Hospitals Group dari India dengan biaya yang lebih terjangkau dibanding dengan transplantasi di berbagai negara lainnya.

CEO dan juga Co-Founder, LYFLINE, Drishti Mirchandani mengatakan upaya menyelenggarakan acara Ekonomi Kesehatan Kreatif (EKK) bertema "Medical Tourism" itu untuk memajukan industri kesehatan khususnya di bidang "Medical Tourism".

"Selain itu, juga untuk mengedukasi dokter-dokter di Indonesia untuk peka terhadap ekonomi kesehatan di Indonesia," kata Drishti.

Baca Juga: RedDoorz Dukung Kemendikbud Kembangkan Pendidikan Sekolah Vokasi

Dalam kegiatan itu dihadiri puluhan dokter dari berbagai rumah sakit swasta ternama di Indonesia. Tampak juga beberapa pebisnis Ekonomi Kesehatan Kreatif (EKK) seperti para Direksi dari Ibuku Group dan juga Founder dari Flying Doctor Indonesia.

Dalam kegiatan Ekonomi Kesehatan Kreatif (EKK) yang diselenggarakan di Kuningan, Jakarta, LYFLINE menghadirkan Profesor Dr Anupam Sibal dari Apollo Hospitals Group

Profesor Dr Anupam Sibal adalah dokter yang sudah berpengalaman sebagai dokter anak lebih dari 25 tahun. Beliau membantu membangun program transplantasi hati anak di Rumah Sakit Apollo, New Delhi India pada tahun 1998.

Program Transplantasi Apollo sudah melakukan lebih dari 3900 transplantasi hati, dimana 430 dari itu adalah transplantasi hati pada anak, yang merupakan angka tertinggi di India.

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Genetika dan Kebiasaan, Faktor Utama Penyebab Myopia

Rabu, 16 November 2022 | 21:44 WIB

Ade Rai Ajak Karyawan Bank Muamalat Hidup Sehat

Selasa, 15 November 2022 | 15:30 WIB

PDUI Sikapi Perkembangan Sistem Kesehatan Nasional

Minggu, 13 November 2022 | 00:15 WIB
X