Indonesia Kembali Terancam Gelombang Covid-19, Nose Sanitizer Menjadi Pilihan untuk Membendungnya

- Kamis, 16 Juni 2022 | 12:43 WIB
Nose sanitizer memiliki peran yang sangat penting karena dapat membunuh semua jenis virus yang sudah masuk di rongga hidung dan rongga tenggorokan  (Screenshoot instagram/@enovidspray)
Nose sanitizer memiliki peran yang sangat penting karena dapat membunuh semua jenis virus yang sudah masuk di rongga hidung dan rongga tenggorokan (Screenshoot instagram/@enovidspray)

 

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com-Genap 10 hari sejak Kementrian Kesehatan mengabarkan temuan kasus pertama varian Omicron BA4 dan BA5 di Indonesia pada 6 Juni lalu, jumlah kasus positif Covid-19 melonjak pesat dengan penambahan rata-rata kasus harian mendekati 100%. 

Dalam 3 hari terakhir (13 – 15/06/2022) jumlah penambahan kasus positif berturut-turut sebanyak 591, 930 dan 1.242 kasus baru.

Kementrian Kesehatan pun memprediksi puncak gelombang Covid-19 di Indonesia terjadi di pertengahan Juli 2022.

Tren kenaikan jumlah kasus positif Covid-19 disinyalir disebabkan oleh semakin longgarnya penerapan protokol kesehatan oleh masyarakat, dan masuknya varian baru Omicron, yakni BA4 dan BA5 yang berpotensi mampu menerobos imunitas dalam tubuh atau immune escape. 

Baca Juga: DAMRI Layani Jamaah Haji Dengan Mengoperasikan 145 Armada Bus

Sejak kali pertama terdeteksi di Afrika Selatan pada Januari 2022, varian baru ini telah ditemukan di lebih dari 60 negara dan menjadi salah satu penyebab kembalinya gelombang Covid-19, termasuk di Indonesia. 

Ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus telah mengingatkan bahwa Omicron bukan akhir dari pandemi Covid-19, sehingga negara-negara dan masyarakat dunia diminta untuk tetap waspada, fokus mengalahkan Covid dan tidak menyepelekan varian-varian Covid-19 yang bermunculan.

Di Indonesia, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito menjelaskan, Pemerintah mengantisipasi penyebaran varian BA4 dan BA5 dengan meningkatkan Whole Genome Sequencing (WGS), melakukan studi epidemiologi sebaran varian, dan memastikan efektivitas alat testing khususnya di pintu-pintu masuk, serta meningkatkan vaksinasi. 

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X