Bebelac Dukung Tumbuh Kembang Anak di Masa Pascapandemi

- Selasa, 26 Juli 2022 | 12:29 WIB
Dokumentasi (Dokumentasi)
Dokumentasi (Dokumentasi)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com, Bebelac, susu pertumbuhan untuk anak usia 1 tahun keatas dari Danone Specialized Nutrition Indonesia meluncurkan produk terbarunya GroGreat+ yang diperkaya dengan kombinasi FOS:GOS 1:9 dan Triple A (DHA, LA, ALA). Dalam perayaan hari Anak 23 Juli lalu, Bebelac sekaligus mengajak orang tua merayakan Hari Anak Hebat Nasional untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Susu pertumbuhan terbaru ini memiliki kandungan zat besi dan minyak ikan serta memperkenalkan program GroGreat+ Time sebagai wadah bagi orang tua untuk selalu mencari inspirasi yang dapat merangsang stimulasi maupun cara kreatif baru untuk mendukung tumbuh kembang anak agar optimal.

Marketing Manager Bebelac Anissa Permatadhieta Ardiellaputri mengatakan situasi pandemi berpotensi mengganggu tumbuh kembang si kecil dalam berbagai aspek seperti motorik, bahasa dan sosial emosional. Bila tidak dicermati, hal ini dapat berdampak pada tumbuh kembang mereka kedepannya.

Untuk memastikan pertumbuhan sesuai dengan grafik kesehatan dan tetap optimal sesuai tahapan usianya, maka si kecil harus dibekali dengan nutrisi yang lengkap serta stimulasi kreatif yang memadai.

“Perubahan rutinitas kembali ke normal ini sedikit banyak menyebabkan kekhawatiran pada orang tua, salah satunya adalah apakah si kecil sudah mampu beradaptasi untuk berinteraksi dengan lingkungan baru setelah selama dua tahun hidup berjarak dari orang lain dan lingkungan sekitar," ungkapnya beberapa waktu lalu.

Baca Juga: MEDS: Peluang industri Alat Kesehatan Sangat Menjanjikan

Untuk itu, pihaknya berinisiatif melakukan survei terhadap orang tua di Indonesia untuk mengetahui isu dan disrupsi yang dirasakan orang tua atas tumbuh kembang si kecil selama pandemi serta adaptasi apa yang telah dilakukan orang tua dan si kecil di masa transisi kebiasaan baru ini.

Hasil survei menyatakan sebanyak 31,7% orang tua menjawab bahwa si kecil menangis setiap bertemu orang baru, sedangkan 14,8% orang tua menjawab bahwa si kecil terlambat berbicara dan 13% orang tua menjawab si kecil belum bisa merespon orang lain. Berbagai kendala yang mungkin dialami si kecil saat memasuki masa transisi dari pandemi ke pascapandemi diantaranya 388 dari 1232 responden orang tua (31,5%) merasa si kecil belum terbiasa berinteraksi dengan orang lain sebagai dampak dari situasi pandemi.

Memasuki masa transisi kebiasaan baru pascapandemi tentunya membutuhkan adaptasi dan penyesuaian terhadap rutinitas dalam kehidupan keluarga terutama bila si kecil mulai kembali beraktivitas di luar rumah.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Gigi Rapi Tanpa Behel bersama Klar Aligner

Kamis, 15 September 2022 | 14:46 WIB
X