Memaknai Bibit, Bebet, dan Bobot Lewat Kampanye #SpeakUpforLove

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 13:52 WIB
Kampanye #SpeakUpforLove Closeup menyebarluaskan transformasi makna “Bibit, Bebet, Bobot” menjadi “Berbeda Bertumbuh Bersama”. (Dokumentasi)
Kampanye #SpeakUpforLove Closeup menyebarluaskan transformasi makna “Bibit, Bebet, Bobot” menjadi “Berbeda Bertumbuh Bersama”. (Dokumentasi)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com, Closeup, brand pasta gigi gel produksi PT Unilever Indonesia, Tbk. kembali menghadirkan kampanye #SpeakUpforLove yang telah secara konsisten digencarkan sejak 2020. Berangkat dari hasil studi yang dilakukan Closeup, kampanye ini mengangkat pentingnya memberikan makna yang lebih fresh pada filosofi “Bibit, Bebet, Bobot” melalui serangkaian platform dan aktivitas yang menginspirasi pasangan muda untuk lebih percaya diri menyuarakan isi hati dalam memilih dan menjalani hubungan mereka.

Head of Marketing Oral Care Category, PT Unilever Indonesia, Tbk. Distya Tarworo Endri, menyampaikan Closeup memiliki tujuan menginspirasi pasangan muda untuk mengubah mutual attraction menjadi action, bebas dari keraguan diri atau penilaian orang lain.

"Nyatanya, filosofi ‘Bibit, Bebet, Bobot’ atau 3B masih menjadi tiga kriteria yang turun temurun dipergunakan keluarga dalam menentukan calon pasangan hidup yang terbaik bagi anak mereka. Pemahaman lama mengenai filosofi ini tidak jarang mengakibatkan banyak pasangan, utamanya mereka yang menjalin hubungan yang unconventional karena perbedaan mencolok seperti beda usia, latar belakang ekonomi, atau suku dan ras – terpaksa menyudahi hubungan karena merasa tidak mampu memenuhi harapan dari keluarga maupun lingkungan,” bebernya, Selasa, 9 Agustus 2022.

Karena itu, Closeup melakukan studi yang memperlihatkan bahwa kriteria generasi muda dalam memilih pasangan telah mengalami pergeseran. Mereka lebih mendambakan chemistry secara interpersonal, pemikiran yang luas, dan visi yang sejalan. Usia yang sepantar, latar belakang ekonomi, dan persamaan suku atau ras kini kurang diprioritaskan.

"Untuk itu, melalui kampanye #SpeakUpforLove Closeup ingin mengangkat makna lebih fresh dari filosofi 3B, yang sesungguhnya dapat bertransformasi menjadi ‘Berbeda Bertumbuh Bersama’,” lanjut Distya.

Baca Juga: Semifinal Piala AFF: Timnas Indonesia U-16 Tak Mau Terlena, Myanmar Siap Adu Penalti

Psikolog Klinis dan Peneliti Relasi Interpersonal Pingkan Rumondor, M.Psi. menambahkan pemaknaan Bibit, Bebet, Bobot sebagai asal usul, latar belakang ekonomi keluarga, serta pendidikan dan keahlian calon pasangan – sesuai dengan tujuan pernikahan di jaman dulu, yaitu untuk mengamankan harta, tanah, dan kedudukan.

Ketika itu, cinta tidak termasuk dalam kriteria yang dianggap penting, dan kehidupan seseorang bergantung pada status yang dibawa sejak lahir, bukan diperoleh dengan kerja keras dan keterampilan. Hal ini berevolusi seiring perubahan jaman. Kaum dewasa muda kini punya kesempatan untuk menyampaikan perspektif tentang pasangan pilihan, sehingga diperlukan penyelerasan pandangan antara pasangan, keluarga dan masyarakat.

"Bagaimanapun, pandangan masyarakat memang menjadi penting karena turut membentuk pendapat pasangan dan keluarga mengenai pemilihan pasangan hidup,” tambahnya.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Menguak Fitnah Berita Vape Yang Menyesatkan

Senin, 26 September 2022 | 23:56 WIB

OKINO Rilis C100, Vape Mungil Berteknologi O-Tape Coil

Senin, 26 September 2022 | 14:23 WIB

Glazed Skin Hadir Lebih dari Sekedar Glow

Sabtu, 24 September 2022 | 23:26 WIB

Okino Segera Hadir di Jakarta.

Selasa, 20 September 2022 | 16:49 WIB

Keluarga Besar Bani Bachrum Family Goes to Baduy

Minggu, 18 September 2022 | 04:07 WIB

Gigi Rapi Tanpa Behel bersama Klar Aligner

Kamis, 15 September 2022 | 14:46 WIB
X