Menguak Fitnah Berita Vape Yang Menyesatkan

- Senin, 26 September 2022 | 23:56 WIB

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com.- Entah apa maksud dan tujuannya, sejak bertahun-tahun lalu cukup banyak pemberitaan yang sangat menyudutkan perihal rokok elektrik.

Berita mengenai penggunaan rokok elektrik yang mempunyai konsekuensi serius buat kesehatan, mulai dari depresi, disfungsi seksual terutama ereksi (buat pria), risiko stroke tingkat tinggi, sesak nafas berat, hingga penyebab utama kerusakan paru-paru.

Hokkop Situngkir mewakili KONVO, asosiasi konsumen vape memaparkan fitnah dan berbagai tuduhan miring bahwa EVALI pada khususnya menjadi penyebab serius buat kesehatan paru-paru dengan landasan tulisan di media Drug and Alcohol Review pada akhir Agustus 2022 kemarin. 

Baca Juga: Ketua DK LPS : Masih Ada Yang Belum Tahu Bahwa Uang Simpanan di Bank Dijamin LPS

    Istilah EVALI singkatan dari e-cigarettes or vaping associated lung injury, atau bisa diartikan sebagai penyakit paru-paru akut sebagai akibat menghirup aerosol ,

dari pena vape atau rokok elektrik. EVALI pernah menjadi wabah besar di akhir 2019 khususnya di Amerika Utara yang berakhir mendadak di awal 2020 hingga sempat membuat publik ketakutan untuk ber vape.

Konon, tercatat 68 orang meninggal dan lebih dari 2800 orang dirawat karena penyakit paru akut tersebut. “Namun seiring dengan waktu dan hebohnya pemberitaan tersebut, ternyata tidak ada bukti dari dunia kesehatan bahwa itu semua berhubungan dengan menghisap rokok elektrik,” miris Hokkop.

Baca Juga: Kenalkan Teknik Eco Dye pada Tekstil di Pameran Kriya Nusa 2022

Konon semuanya terkuak karena faktor kejahatan ekonomi di sana dengan mengkambing hitamkan rokok elektrik ini. Vitamin E Acetate (VEA) yang digadang-gadangkan sebagai bahan utama penyebab kerusakan paru-paru, ternyata sama sekali tidak bisa dicampurkan ke e-liquid nikotin.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Blibli Big PayDay Digelar 25 sampai 30 November 2022

Jumat, 25 November 2022 | 19:58 WIB

Faber-Castell Gelar "Colour to Life Competition 2022"

Senin, 21 November 2022 | 21:47 WIB
X