Gelar First Aid Conference 2022, Hansaplast Berdayakan 3500 Tenaga Kesehatan

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 12:19 WIB
Dokumentasi (Dokumentasi)
Dokumentasi (Dokumentasi)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com, Brand pertolongan pertama Hansaplast menyelenggarakan Hansaplast First Aid Conference 2022 yang dihadiri oleh 3.000 peserta secara online dan 500 peserta secara offline yang terdiri dari dokter, perawat dan apoteker. Kegiatan ini merupakan wadah bagi tenaga kesehatan di Indonesia untuk mendalami ilmu tentang pendarahan dan manajemen luka.

General Manager Business Unit Health Care Beiersdorf AG Alexander Reindler mengatakan Hansaplast yang berdiri sejak tahun 1922 berfokus kepada penanganan terhadap luka dengan serius karena hal tersebut adalah langkah kritikal pertama untuk melindungi kesehatan kita.

"Hansaplast selalu berkomitmen untuk menyediakan produk perawatan luka yang terbaik bagi seluruh keluarga Indonesia. Namun, produk perawatan luka yang terbaik saja tidak cukup, karena dibutuhkan perawatan yang tepat. Maka dari itu, kami mengundang para tenaga kesehatan untuk lebih mendalami cara penanganan luka dan pendarahan bersama para ahli di bidangnya,” paparnya.

Pendarahan dan luka merupakan hal yang umum dialami kapanpun oleh siapapun. Luka bisa terjadi ketika seseorang melakukan kegiatan sehari-hari baik di dalam maupun di luar rumah. Saat seseorang mengalami luka terbuka tidak jarang terjadi pendarahan luar.

Pendarahan luar yang hebat dapat mengakibatkan meningkatnya kehilangan darah dalam jumlah yang cukup banyak. Apabila penanganannya terlambat, besar kemungkinan terjadinya infeksi bahkan meninggal dunia. Dengan memberikan pertolongan pertama secara cepat dan memberikan perawatan luka dengan baik dan tepat, maka bisa mencegah terjadinya infeksi pada luka.

Baca Juga: Food Station Operasi Pasar Turunkan Harga Beras, Sudah Ditunggu Emak-emak

Group Brand Manager Hansaplast PT. Beiersdorf Indonesia Dr. Christopher Vierhaus mengatakan pendarahan dan luka seringkali terjadi secara tidak terduga. Jika tidak ditangani dengan tepat, dapat memicu infeksi bahkan kematian.

"Penanganan luka harus dilakukan sesegera mungkin. Untuk mengoptimalkan penanganan luka maupun pendarahan, tenaga kesehatan perlu melakukan pengkajian luka yang komprehensif untuk memutuskan tindakan yang akan diambil sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menunjukkan perawatan luka yang berkualitas," tambahnya.

Menurutnya, penting bagi tenaga kesehatan untuk memahami dasar-dasar penanganan pendarahan dan luka yang kolaboratif antar tenaga kesehatan untuk menghasilkan manajemen perawatan luka yang optimal dan efektif.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat mendukung para tenaga kesehatan dalam memberikan penanganan luka terbaik bagi pasien dengan rangkaian produk perawatan luka yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasien. Selain itu, Hansaplast juga melengkapi rangkaian produk perawatan luka untuk para konsumen di rumah,” tambahnya.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Genetika dan Kebiasaan, Faktor Utama Penyebab Myopia

Rabu, 16 November 2022 | 21:44 WIB

Ade Rai Ajak Karyawan Bank Muamalat Hidup Sehat

Selasa, 15 November 2022 | 15:30 WIB

PDUI Sikapi Perkembangan Sistem Kesehatan Nasional

Minggu, 13 November 2022 | 00:15 WIB
X