Kurangnya Kesadaran akan Infeksi, Tingkatkan Risiko Terkena Infeksi Jamur Kulit

- Jumat, 28 Oktober 2022 | 22:22 WIB
 (SM/Dok)
(SM/Dok)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Infeksi jamur kulit adalah infeksi yang disebabkan oleh dermatofita dan mikosis superfisial. Infeksi ini merupakan masalah kesehatan masyarakat yang umum, terutama pada anakanak yang terpinggirkan.

Dosen dari Fakultas Biomedicine Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L), Lidya Kristiani menyatakan bahwa hal ini menyebabkan kurangnya kesadaran akan infeksi ini dan meningkatkan risiko terkena infeksi jamur kulit.

Di antara komunitas ini, infeksi ini tidak dikenal dan diremehkan sehingga menyebabkan keterlambatan deteksi.

Melihat masalah yang ada, Lidya bersama dua mahasiswa Biomedicine i3L melakukan penelitian untuk mendeteksi infeksi jamur terhadap anak-anak marjinal di tiga komunitas berbeda, guna mengedukasi deteksi jamur sejak dini.

"Pengumpulan data dilakukan untuk mengukur tingkat kesadaran peserta baik sebelum dan sesudah sosialisasi, sekaligus mengukur kualitas hidupnya," ujar Lidya.

Lidya mengungkapkan bahwa perbedaan jenis kelamin, usia dan tempat tinggal masyarakat secara signifikan mempengaruhi kesadaran awal seseorang tentang infeksi kulit jamur. Kelompok usia dewasa memiliki kesadaran tertinggi, diikuti oleh usia remaja dan anak-anak.

Tingkat kesadaran yang rendah ini menyebabkan anak lebih rentan terhadap infeksi jamur. Melalui tes KOH dalam penelitian yang dilakukan, sebanyak 56 anak (55%) terdiagnosis positif infeksi jamur kulit.

Pengobatan kemudian diberikan kepada tokoh masyarakat, berikut memberikan edukasi tentang cara menggunakan pengobatan tersebut dengan benar.

"Kami mengetahui bahwa tingkat infeksi tidak terdistribusi secara merata, sebaliknya
masyarakat yang berdomisili di daerah tersebut dan yang memiliki usia dewasa turut berperan dalam mengedukasi mengenai infeksi jamur pada anak-anak ini," ungkapnya.

Kemungkinan penyebabnya, kata Lydia, adalah kondisi tempat tinggal mereka, jadi infeksi jamur ini tidak hanya disebabkan oleh kebersihan semata. "Ditemukan bahwa 95% responden mengalami infeksi kulit jamur," katanya.

Selain analisis sampel terhadap tiga komunitas, melalui kuisoner apakah responden mengalami gatal-gatal, menariknya kuesioner menemukan pola yang berbeda, lebih banyak orang yang terkena infeksi jamur kulit, daripada orang yang merasakan gatal-gatal pada kulit mereka, yang menunjukkan mereka memiliki kesadaran yang rendah tentang paparan infeksi jamur.

"Kesenjangan ini secara khusus ditunjukkan pada kelompok usia yang lebih muda, yang
berarti kesadaran yang rendah mengenai infeksi jamur berkontribusi pada tingkat infeksi yang tinggi, kami juga menemukan bahwa infeksi jamur pada kulit ini sebenernya menurunkan kualitas hidup responden secara keseluruhan," terangnya.***

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Cara Gampang Atasi Demam Tanpa Minum Obat

Kamis, 2 Februari 2023 | 16:09 WIB

Beragam Manfaat Teh Hijau Untuk Kesehatan

Minggu, 29 Januari 2023 | 17:45 WIB

Makanan Dengan Sumber Protein yang Tinggi

Minggu, 29 Januari 2023 | 16:20 WIB

Cara Gampang Atasi Susah Buang Air Besar

Jumat, 27 Januari 2023 | 16:52 WIB

Cara Menjaga Kesehatan Tubuh

Kamis, 26 Januari 2023 | 18:00 WIB
X