Peluncuran Pedoman Injeksi Toksin Botulinum Pertama di Indonesia

- Sabtu, 19 November 2022 | 16:20 WIB
 ( Pedoman Injeksi Toksin Botulinum yang pertama di Indonesia)
( Pedoman Injeksi Toksin Botulinum yang pertama di Indonesia)

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com – Kelompok Studi Dermatologi Kosmetik Indonesia (KSDKI), hari ini meluncurkan publikasi Pedoman Injeksi Toksin Botulinum yang pertama di Indonesia. Dimana pedoman tersebut memberikan informasi kepada praktisi estetika dalam memberikan pelayanan terbaik dan aman kepada pasien.

 

Sejak 1999, injeksi Toksin Botulinum telah menjadi prosedur estetika yang paling banyak
dilakukan di dunia. Selain itu, ini juga merupakan pilihan perawatan lini pertama untuk
berbagai kondisi medis seperti distonia leher dan kekakuan tungkai. Secara global,
penggunaan Toksin Botulinum dalam estetika telah meningkat karena semakin banyak
pasien yang mencari perawatan dan perluasan indikasi off-label. Khususnya di Indonesia,
dimana pertumbuhan tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan
meningkatnya tren pasien estetika dari generasi yang lebih muda. Perawatan Toksin
Botulinum bersifat sementara dan dapat berkurang seiring waktu, injeksi berulang
diperlukan untuk mempertahankan efek perawatan.

 

Selama ini para praktisi estetika menggunakan pedoman Barat yang sudah ditetapkan
dalam penggunaan Toksin Botulinum yang beredar. Namun khususnya di Indonesia, setiap
orang memiliki kekhasan anatomi wajah sendiri dan memiliki kebutuhan yang berbeda-beda
dalam penggunaan Toksin Botulinum dalam perawatan estetika mereka. Berlatar belakang tersebut, Pedoman Injeksi Toksin Botulinum ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan para praktisi estetika tentang teknik-teknik klinis dalam injeksi, cara kerja, indikasi, kontraindikasi, efek samping Toksin Botulinum serta imunogenitasnya.

Baca Juga: Tips Aman dan Nyaman Melakukan Pemasaran Berbasis Google Ads

Imunogenisitas ini berkaitan dengan pengurangan atau tidak adanya efek terapeutik setelah
perawatan awal yang berhasil, karena injeksi berulang Toksin Botulinum yang merangsang
pembentukan antibodi; termasuk antibodi netralisasi (NAbs) yang dapat melawan aktivitas
biologisnya.


Mengingat meningkatnya tren saat ini dalam penggunaan Toksin Botulinum untuk
perawatan estetika, penting bagi praktisi untuk melakukan penilaian klinis menyeluruh,
menginformasikan pasien tentang risiko perawatan, mengembangkan rencana perawatan
Toksin Botulinum untuk meminimalkan resistensi imun dan mempertahankan pilihan Toksi Botulinum sebagai perawatan lanjutan dengan hasil yang memuaskan.

Baca Juga: Konsumen Muslim Indonesia Masa Kini

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Potensi Besar Pasar Skincare Lokal Ramah Lingkungan

Rabu, 1 Februari 2023 | 14:39 WIB

Glam Shine Cosmetics Siap Rambah Pasar Asia Tenggara

Jumat, 16 Desember 2022 | 21:28 WIB
X