Stop Bullying di Kantor, Unilever dan Komunitas Sudah Dong Luncurkan E-booklet

- Senin, 21 November 2022 | 08:21 WIB
Head of Communication PT Unilever Indonesia, Tbk. Kristy Nelwan (kanan) dan Volunteer dari komunitas Sudah Dong Tantri Arihta Sitepu (tengah). (Dokumentasi)
Head of Communication PT Unilever Indonesia, Tbk. Kristy Nelwan (kanan) dan Volunteer dari komunitas Sudah Dong Tantri Arihta Sitepu (tengah). (Dokumentasi)

 

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com, Unilever dan komunitas Sudah Dong meluncurkan e-booklet bertajuk “Sadari, Kenali, Atasi Workplace Bullying” di tengah semangat peringatan Hari Toleransi Internasional 2022. E-booklet ini diharapkan dapat membantu individu maupun perusahaan untuk memahami, mengidentifikasi, hingga menindaklanjuti dan mencegah tindakan workplace bullying.

Langkah ini menjadi penegasan atas komitmen berkelanjutan Unilever untuk mengedepankan kesetaraan, keberagaman dan inklusi di tengah lingkungan kerja ataupun masyarakat. Hal ini dilakukan dengan kolaborasi bersama komunitas anti-bullying Sudah Dong.

E-booklet yang dapat diakses secara gratis ini ingin mendorong semangat dan komitmen masyarakat untuk memberikan fokus lebih dan melakukan aksi nyata melawan workplace bullying, serta merangkul semakin banyak perusahaan untuk memiliki sistem, struktur dan kepemimpinan yang berpihak pada anti-bullying.

Workplace bullying sendiri adalah perilaku yang mengganggu atau menyakiti kesehatan fisik dan mental seseorang dan dilakukan secara terus-menerus dalam bentuk kekerasan verbal, perilaku ofensif, ancaman, mempermalukan, mengintimidasi, hingga menyabotase suatu pekerjaan. Jika dibiarkan, workplace bullying menjadi bentuk intoleransi dan diskriminasi yang membudaya, bahkan dinormalisasi di tempat kerja.

Head of Communication PT Unilever Indonesia, Tbk. Kristy Nelwan, menyampaikan sejalan dengan strategi ‘The Unilever Compass’, Unilever Indonesia ingin terus berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan inklusif, termasuk dengan menerapkan prinsip zero tolerance untuk bullying di tempat kerja.

"Berpegang pada kode etik bernama Respect, Dignity & Fair Treatment (RDFT), kami menindak tegas perilaku menyinggung, mengintimidasi, atau menghina, termasuk segala bentuk pelecehan atau bullying atas dasar perbedaan ras, usia, peran, gender, agama, kondisi fisik, kelas sosial, hingga pandangan politik sekalipun,” tegasnya beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Rumah Belajar dan Geowisata Binaan PGE Area Ulubelu Angkat Perekonomian Petani Kopi Tanggamus

Dia menambahkan hari Toleransi Internasional 2022 menjadi momen yang tepat untuk membangkitkan kesadaran semua pihak untuk menciptakan dunia yang lebih toleran, termasuk mengenai masalah workplace bullying ke masyarakat yang lebih luas. Tindak lanjut dan aksi untuk menghentikan budaya yang sangat toxic ini menjadi semakin penting karena lapangan kerja akan didominasi oleh milenial dan Gen-Z sebagai populasi terbesar di Indonesia, di mana mereka punya kriteria tersendiri dalam memilih tempat kerja.

Berdasarkan "The Deloitte Global 2022 Gen-Z and Millennial Survey” yang melibatkan 14.808 Gen-Z dan 8.412 milenial yang tersebar di 46 negara memperlihatkan bahwa 46% milenial dan Gen-Z di posisi senior memilih untuk menolak pekerjaan di lingkungan yang bertentangan dengan kode etik yang mereka pegang.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Tantangan Dunia Perbukuan di Era Digitalisasi

Kamis, 12 Januari 2023 | 09:17 WIB

Faber-Castell Gelar "Colour to Life Competition 2022"

Senin, 21 November 2022 | 21:47 WIB
X