Deposit Penjualan Galon Air Minum Cenderung Rugikan Konsumen

- Rabu, 23 November 2022 | 17:48 WIB
Ilustrasi Pixabay.com (Dokumentasi)
Ilustrasi Pixabay.com (Dokumentasi)

 

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com, Pasar air minum dalam kemasan (AMDK) galon polikarbonat (PC) sudah saatnya ditata ulang mengingat sistemnya yang kurang menguntungkan bagi konsumen. Misalnya, galon yang dibeli putus oleh konsumen yang bisa dibeli meski bekas atau tidak baru. Galon juga tak bisa ditukar baru atau ditukar merek lain dan galon tak bisa diuangkan kembali.

Selain itu, konsumen juga tidak pernah diberitahu bahwa harga pertama pembelian galon yang dipatok sebesar rata-rata Rp55.000/galon itu ibarat kontrak jangka panjang. Konsumen diikat agar terpaksa beli produk satu merek dan untuk pembelian selanjutnya mengeluarkan biaya antara Rp18.000-22.000/galon.

“Bisnis AMDK galon di Indonesia sangat tidak sehat dan merugikan konsumen,” kata pakar ekonomi dan bisnis Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Tjahjanto Budisatrio, di Jakarta (19/11).

Menurutnya, transaksi harga pertama itu dianggap beli putus, dengan tidak adanya jaminan galon yang dibeli juga dalam kondisi baru. “Sistem ketergantungan yang sengaja dibangun untuk mengikat konsumen melalui pembelian galon secara beli putus, justru membuat pengusaha tidak akan rugi," sebutnya.

Baca Juga: 6 Fakta Menarik di Piala Dunia 2022 Jelang Duel Timnas Jerman vs Jepang

Pasalnya, konsumen yang sudah beli galon bekas pakai bakal terikat dan bergantung, serta tak bisa pindah ke lain galon, karena galon yang sudah dibeli tak bisa ditukar dengan galon merek lain.

“Faktanya, uang yang sudah tertanam tersebut sudah menjadi keuntungan tersendiri bagi produsen. Konsumen sudah bayar di muka, tapi kenyataannya yang didapatkan bukan galon baru, tapi galon lama,” katanya.

Tambahan keuntungan yang didapatkan produsen AMDK galon juga bisa didapat dari sisi lain. Misalnya, boleh jadi konsumen mendapatkan galon baru pada pembelian perdana, tapi begitu nantinya ditukar dengan galon yang sudah diisi kembali, justru mendapatkan galon yang diproduksi bertahun-tahun lalu.

“Misalnya, saya beli galon perdana pada 2022 senilai Rp55 ribu, tapi pada saat menukar lagi malah dapat galon bekas pakai yang diproduksi pada 2004, yang pada tahun itu harga perdananya mungkin hanya berkisar Rp30 ribu, Jadi saya jelas dirugikan,” katanya.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Beragam Manfaat Teh Hijau Untuk Kesehatan

Minggu, 29 Januari 2023 | 17:45 WIB

Makanan Dengan Sumber Protein yang Tinggi

Minggu, 29 Januari 2023 | 16:20 WIB

Cara Gampang Atasi Susah Buang Air Besar

Jumat, 27 Januari 2023 | 16:52 WIB

Cara Menjaga Kesehatan Tubuh

Kamis, 26 Januari 2023 | 18:00 WIB

Cegah Mommy Burnout Ala Hansaplast

Kamis, 29 Desember 2022 | 08:51 WIB
X