Teknologi PGT-A dapat Antisipasi Timbulnya Penyakit Bayi

- Rabu, 25 Januari 2023 | 14:02 WIB
 (SM/Dok)
(SM/Dok)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Direktur Scientific PT. Morula Indonesia, Arief Boediono menyampaikan saat ini layanan Pre-Implantation Genetic Testing for Aneuploidy (PGT-A) tersedia langsung di Morula IVF Jakarta dan juga beberapa cabang Morula IVF lainnya di Indonesia.

"Layanan kami juga sudah memperhitungkan efektivitas dari sisi biaya, yang meliputi konsultasi, USG, cek laboratorium pasangan suami istri, analisa sperma, obat stimulasi atau hormone, tindakan Ovum Pick Up (OPU), fasilitas Time Lapse/VIP Incubator, tindakan Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI), dan tindakan Embryo Transfer (ET)," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kegagalan program bayi tabung terjadi karena sekitar 60-70 persen disebabkan karena kromosom yang tidak normal, terutama pada wanita usia di atas 38 tahun kerusakan kromosom bisa mencapai sekitar 75 persen.

"Kromosom yang abnormal yang terjadi pada saat proses pembentukan sel-sel telur, sperma dan saat perkembangan embrio, dapat menyebabkan kromosom yang terlalu banyak atau terlalu sedikit, atau bahkan hilangnya atau penambahan DNA," jelasnya.

Kelainan kromosom di atau, lanjut Arief, dikenal sebagai aneuploidy. Hal ini dapat menyebabkan kelainan kromosom seperti Down Syndrome dan Edwards Syndrome, dan kelainan dari kromosom jenis kelamin bayi seperti Turner Syndrome, Jakob Syndrome, Klinefelter Syndrome dan Triple X serta 60 persen keguguran.

Sementara itu, PGT-M (Pre-Implementation Genetic for Monogenic disorder) Morula IVF Jakarta juga siap melayani PGT-M. Teknologi ini dapat mendeteksi mutase single-gene (monogenic) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit genetik bawaan seperti Thalassemia, Spinal Muscular Atropy dan Cystic Fibrosis.

"Teknologi PGT-M dapat membantu pasangan untuk mendapatkan keturunan dengan menurunkan risiko terkena penyakit-penyakit keturunan tersebut," tuturnya.

Saat ini tim Morula IVF Jakarta sudah berhasil melahirkan bayi dari pasien yang membawa penyakit yang diturunkan yaitu spinal muscular atropy tanpa menderita penyakit tersebut berkat teknologi Patut dan PGT-M.

Keberhasilan tersebut secara ilmiah telah dilaporkan dan dipublikasi dalam jurnal internasional (International Journal of Reproductive BioMedicine) yang berjudul: Birth of spinal muscular atrophy unaffected baby from genetically at-risk parents following a pre-implantation genetic screening: A case report (Polim et al, 2022).***

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Cara Gampang Atasi Demam Tanpa Minum Obat

Kamis, 2 Februari 2023 | 16:09 WIB

Beragam Manfaat Teh Hijau Untuk Kesehatan

Minggu, 29 Januari 2023 | 17:45 WIB

Makanan Dengan Sumber Protein yang Tinggi

Minggu, 29 Januari 2023 | 16:20 WIB

Cara Gampang Atasi Susah Buang Air Besar

Jumat, 27 Januari 2023 | 16:52 WIB

Cara Menjaga Kesehatan Tubuh

Kamis, 26 Januari 2023 | 18:00 WIB
X