Tidak Ada Pertanggungjawaban Estetika Dalam Penjurian FFI 2021?

- Kamis, 11 November 2021 | 11:49 WIB
15 Juri Akhir Film Cerita Panjang FFI 2021. Yang beranggotakan Tommy F Awuy, Joko Anwar, Niniek L Karim, Ernest Prakasa, Arturo GP, Rayya Makarim, Sheila Timothy, Wina Armada, Hikmat Darmawan, Aghi Narottama, Rukman Rosadi, Putut Widjanarko, Karsono Hadi,  Faozan Rizal, dan Allan Sebastian. (Istimewa)
15 Juri Akhir Film Cerita Panjang FFI 2021. Yang beranggotakan Tommy F Awuy, Joko Anwar, Niniek L Karim, Ernest Prakasa, Arturo GP, Rayya Makarim, Sheila Timothy, Wina Armada, Hikmat Darmawan, Aghi Narottama, Rukman Rosadi, Putut Widjanarko, Karsono Hadi, Faozan Rizal, dan Allan Sebastian. (Istimewa)

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,- Malam Puncak Festival Film Indonesia (FFI) telah purna, pada Rabu (10/11/2021) di Jakarta Convention Center (JCC). Sejumlah nama pemenang, peraih Piala Citra telah ditetapkan. Menang dan kalah dalam sebuah festival film, apapun nama festival filmnya, lumrah adanya. Selamat untuk itu, kepada Panitia Pelaksana FFI 2021, atas pelaksanaan FFI 2021 yang paripurna. Juga kepada Kemendikbudristek RI dan Direktorat Perfilman, Musik dan Media (PMM).

Namun, apakah tidak ada pertanggung jawaban intelektual dari Dewan Juri FFI 2021, ihwal pilihan estetikanya, sebagaimana galib terjadi di banyak festival film. Dalam penentuan pemenangnya?

Baca Juga: Run Lola Amaria Run

Meski telah menjadi rahasia umum,
seharusnya setiap festival film, membiasakan dirinya melakukan pertanggung jawaban intelektual. Menerangkan kepada publik perfilman, mengapa film A, bukan film B, dan seterusnya, yang ditentukan dan ditetapkan sebagai pemenangnya.

Sehingga pertanyaan publik mendapatkan penjelasannya. Syak wasangka hilang dengan sendirinya. Kredibilitas anggota dewan juri, pada akhirnya tetap terjaga kewibawaannya.

Jika semua penjelasan atas nama ilmu pengetahuan itu, dibiarkan berada di ruang gelap. Maka peran anggota dewan juri, yang sejatinya menjadi bagian aktif bagaimana sepatutnya menonton dan menimbang sebuah film. Sebelum pada akhirnya mencerdaskan penontonnya, terpenuhi semua, akan sangat luar biasa sekali bobot festival film itu.

Baca Juga: Kala Batu

Kita tahu, menjadi juri sebuah festival film menuntut latar belakang keilmuan yang tidak mudah. Sekaligus menjadi pekerjaan yang melelahkan, karena membutuhkan berjam-jam waktu menonton film. Yang melibatkan stamina, kegigihan cum kecermatan yang terperi.

Tidak boleh ada yang terlewat di sana. Apalagi jika ada film yang berdurasi lebih dari tiga jam. Diam-diam, kelelahan dengan segala kelalaiannya bersiap mengintip di sana. Sehingga tanpa disadari kelelahan itu mampu memengaruhi persepsi dan penilaian seorang dewan juri.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

NET TV dan Viu Jalin Kerjasama.

Jumat, 27 Januari 2023 | 21:53 WIB

Film Kiko In the Deep Sea Siap Edar 23 Februari 2023

Kamis, 26 Januari 2023 | 19:21 WIB

Sinopsis Film Everything Everywhere All at Once

Kamis, 26 Januari 2023 | 17:07 WIB

Film dan Serial Marvel yang Akan Tayang di Tahun 2023

Selasa, 24 Januari 2023 | 17:11 WIB

Siap-Siap Film Adagium Tayang 26 Januari 2023.

Kamis, 19 Januari 2023 | 23:54 WIB

Christine Hakim; Emang Loe siapa...

Rabu, 18 Januari 2023 | 12:34 WIB
X