Sutardji Calzoum Bachri; Puisi Benny Benke Prosaik, Layak Direnungkan

- Jumat, 21 Januari 2022 | 21:11 WIB
Buku Mengheningkan Puisi karya Benny Benke (Doddi Ahmad Fauji)
Buku Mengheningkan Puisi karya Benny Benke (Doddi Ahmad Fauji)

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com, -- Setelah sempat mondok, dan tiwikrama hampir setahun di meja kerja Doddi Ahmad Fauji selaku editor buku puisi "Mengheningkan Puisi", akhirnya buku karya Benny Benke, ini bersiap menemui pembacanya dengan caranya sendiri.

Buku setebal 140 halaman, bernomor ISBN 978-623-7837-39-8, Cetakan Pertama, Januari 2022 terbitkan SituSeni Bandung, ini merangkum 49 sajak.

Yang ditulis Benny Benke dari tahun 2004 hingga tahun 2021. Dengan berbagai latar peristiwa di sejumlah kota yang pernah disinggahinya. Dari Moskwa, St. Petersburg, Tsarkoye Selo, Tula, Berlin, Cannes, Juan Les Pains, Monaco, Madinah, Mekah, Tokyo hingga Jakarta, tentunya.

Puisi prosa ini, menurut Bre Redana, kolumnis dan novelis sohor itu menjuluki bunga rampai Mengheningkan Puisi, ini ditulis Benny Benke dengan pilihan bahasa yang benderang, sebagaimana prosa acap menuturkan kisahnya, dengan liris, lirih bahkan seringkali berderak-derak.

Meski menurut Doddi Ahmad Fauji
keterangan yang sudah jelas serta dianggap benderang pun, bila coba direnungkan kembali secara intrinsik dan ekstrinsik, berulang-ulang dan intensif, ternyata bisa tertangkap sisipan yang simbolik.

"Nah, laporan perjalanan yang dilakukan oleh Benny, selaku jurnalis yang semula berasal dari kata ‘journ’ kemudian terdapat kata journey, dan akhirnya menjadi journalist atau wartawan, adalah puisi-puisi muhkamat yang perlu direnungkan, yang mengajak pembaca untuk benar," kata Doddi Ahmad Fauji, mantan penjaga halaman Sastra Harian Media Indonesia, itu.

Puisi-puisi yang ditulis Benny Benke dalam antologi ini, imbuh DAF, demikian Doddi biasa disapa, berdiri di antara intuisi Kun dan naluri pemaparan muhkamat (transparan). Tapi, se-transparan apapun puisinya, tidak semua pembaca akan mafhum, terlebih bagi mereka yang tidak pernah mengalami apa yang sudah dialami oleh Benny.

Buku Mengheningkan Puisi dijual secara gerilya (Bb)

"Adalah amat penting bisa meng-alam-i, sebab pengalaman akan menjadi pengetahuan, dan pengetahuan yang direnungkan secara intens dan konsisten, kemudian berhasil ditangkap saripatinya, lalu dirumuskan, itulah dia yang diberi istilah dengan ilmu praktis atau teori. Nah, ada banyak teoritikus tapi sulit dipahami, atau terasa tidak membumi, bisa jadi itu teori hanya meminjam," katanya lagi.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Arch Hades dan Gelombang Penyair Instagram

Selasa, 27 September 2022 | 14:02 WIB

Arch Hades, Penyair Termahal Sepanjang Masa

Selasa, 27 September 2022 | 13:47 WIB

Ini Makna Kebaya dan Batik yang Dipakai Puan

Selasa, 16 Agustus 2022 | 11:41 WIB

Kekayaanku Hanya Buku dan Bunga

Minggu, 14 Agustus 2022 | 09:33 WIB
X