Film Srimulat: Hil yang Mustahal; Menghidupkan Sejarah Srimulat yang Mustahil, Menjadi Mustajab.

- Sabtu, 23 April 2022 | 13:29 WIB
Pendukung Film Srimulat: Hil yang Mustahal (Bb)
Pendukung Film Srimulat: Hil yang Mustahal (Bb)

 

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,- Menghidupkan sejarah, kemudian menyajikannya dalam medium film yang terbatas dengan durasi waktu, adalah bukan perkara yang mudah.

Selalu ada yang luput di mata publik, jika film biopik disajikan di sebuah film.

Bahkan dari mula pembuatannya, sutradara, sebagai persona yang paling bertanggung jawab atas sebuah karya film utuh, sudah mengakui, yang diasajikan adalah sejarah versinya. Bukan versi sejarawan, apalagi penonton.

Makanya membuat dan menghidupkan film bertema sejarah, mempunyai tantangannya sendiri. Itulah makanya sutradara sekelas Oliver Stone sekalipun, saat menghadirkan film Alexander (2004), mengakui betapa beratnya membuat dan menyajikan film bertema sejarah.

Baca Juga: Sehimpun Reportase Jurnalistik Dalam Puisi Benny Benke

Karena toh durasi ideal menonton film, menurut Oliver Stone, menjadi musuh nomor satunya. Karena film Alexander berdurasi 2 jam 55 menit. Atau nyaris 3 jam. Menantang kekuatan fisiologis ideal manusia duduk dan berdiam diri di dalam bioskop, tanpa jeda.

Meski sebenarnya, versi asli film Alexander, menurut Oliver Stone, 45 menit lebih lama dari yang disajikan ke publik!

Lalu bagaimana dengan film biopik grup lawak pertama di Indonesia, yang sangat dan kuat menempel dalam memori publik masyarakat, bernama; Srimulat? Apakah akan mampu benar-benar hadir dengan cara paling pas, laras, pepat dan kuat di mata penontonnya?

Baca Juga: Novel Mari Menari Karya Benny Benke Diterbitkan Relasi Inti Media

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

“Suka Duka Berduka" Itu Apa Ya?

Rabu, 29 Juni 2022 | 13:23 WIB

Nirina Zubir Datang, Keluarga Cemara 2 Menjelang.

Selasa, 21 Juni 2022 | 15:16 WIB

Film Satria Dewa Gatotkaca, Untuk Segala Umur

Senin, 6 Juni 2022 | 17:41 WIB
X