Merawat dan Merayakan Indonesia di Pagelaran Sabang - Merauke.

- Jumat, 3 Juni 2022 | 15:40 WIB
Palang Pintu dalam Pagelaran Sabang - Merauke, Premiere With Live Performance (Benny Benke)
Palang Pintu dalam Pagelaran Sabang - Merauke, Premiere With Live Performance (Benny Benke)

 

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com, - Setelah sukses digelar di pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta, tanggal 26 Maret 2022, lalu, “Pagelaran Sabang - Merauke, Premiere With Live Performance,” kembali ditampilkan secara utuh di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (2/6/2022) malam.

Mengusung konsep yang sama namun dengan penyelarasan dan sentuhan baru, pementasan yang diikhtiarkan demi turut merawat, menjaga, dan sekaligus merayakan kebhinekaan Indonesia, itu menyajikan 21 lagu daerah dan satu lagu nasional yang dirangkai secara harmonis, menyenangkan, ringan sekaligus menghibur. Tanpa harus menghilangkan semiotika pesan terdalamnya. Atau nilai-nilai filosofisnya.

Tidak perlu mengernyitkan dahi untuk mengasup pertunjukan berdurasi 60 menit ini, dengan tulang utama mengawinkan pertunjukan musikal dan sendratari. Melibatkan lima penyanyi nasional, 46 musisi tradisional dan modern, serta 135 penari profesional yang diboyong langsung dari Yogyakarta.

Baca Juga: Lekas Pulang Eril....

Lakon persembahan iForte, ini ingin mengingatkan sekaligus menginspirasi penontonnya -- terutama generasi muda Indonesia -- jika kekayaan budaya Indonesia. Teristimewa yang dihadirkan dalam khazanah tarian, nyanyian, busana dan permainan tradisionalnya, tak terperikan keindahan, keberagaman dan keindahannya.

Sehingga penontonnya seakan diajak kembali mengenang ke akar daerahnya masing-masing, untuk kemudian pulang ke rumah kenangan, sembari merayakan keberagaman dan kekayaan Indonesia. Yang membentang dari Sabang-Merauke, dari Miangas-Pulau Rote.

Pagelaran Sabang - Merauke, Premiere With Live Performance (Benny Benke)

Saking seriusnya lakon ini dibuat, bahkan segala detil sebelum pertunjukan utama dihadirkan, hadirin sudah diperkenalkan ulang, berbagai latar budaya nasional. Dari kebudayaan Betawi, dengan prosesi khas Palang Pintu-nya, sebagai simbolisasi Jakarta sebagai tuan rumah. Pepak dengan permainan pantun jenakanya, plus perkelahian silat Betawi yang khas, juga sajian sejumlah tarian dari berbagai suku Indonesia lainnya.

Diantaranya dari suku Minahasa, Bali, Papua, Jawa, sampai tarian kontemporer lainnya.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Terkini

Made Kaek Datang, Chiang Mai Guncang.

Sabtu, 12 November 2022 | 22:40 WIB

Penyair Tua Membaca Batin Rohani Melalui Karya Puisi

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 07:21 WIB

Mengenalkan Bahasa Inggris Lewat Cerita Rakyat

Minggu, 16 Oktober 2022 | 13:02 WIB

Festival Seni Bali Jani Dimulai Hari Ini.

Senin, 10 Oktober 2022 | 06:27 WIB

Annie Ernaux: Kekuatan Menulis yang Membebaskan

Jumat, 7 Oktober 2022 | 20:45 WIB

Menulis Puisi Memang Tak Pernah Mati

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:29 WIB

Arch Hades dan Gelombang Penyair Instagram

Selasa, 27 September 2022 | 14:02 WIB

Arch Hades, Penyair Termahal Sepanjang Masa

Selasa, 27 September 2022 | 13:47 WIB
X