David Reeve Terbitkan Buku "To Remain Myself: The History of Onghokham”

- Senin, 4 Juli 2022 | 13:29 WIB
David Reeve. ist
David Reeve. ist

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Khasanah biografi seorang intelektual kini bertambah dengan terbitnya buku baru berjudul "To Remain Myself: The History of Onghokham". Buku ini ditulis oleh seorang kolega dekat Onghokham, Dr. David Reeve., yang sama–sama pernah mengajar di Fakultas Sastra Universitas Indonesia (FSUI), kini bernama Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia.

Buku "To Remain Myself: The History of Onghokham" yang ditulis David Reeve dan diterbitkan Asian Studies Association of Australia (ASAA) Southeast Asian Publications Series, cukup lengkap menggambarkan tokoh bernama Ong itu dari berbagai dimensi, baik keluarga, perjalanan, persahabatan dengan sejumlah intelektual, dan pemikiran-pemikirannya dalam bidang sejarah sosial.

Dalam pernyataan tertulisnya, David Reeve yang kini Honorary Associate Professor UNSW mengungkapkan, kesulitan terbesar pada saat wawancara yang dilakukan setelah Ong mengalami stroke.

"Kesulitan berikutnya adalah surat-surat pribadi Ong sangat tidak teratur, atau tidak ada. Dia membenci birokrasi, jadi dia meninggalkan sangat sedikit catatan tentang dirinya sendiri, kecuali untuk publikasinya," ungkap David.

Namun demikian, keterbukaan seorang Ong untuk menceritakan kisah hidupnya secara lengkap cukup memudahkan. "Ong berkata dia akan memberi saya semua informasi yang saya inginkan, tetapi dia tidak akan mencoba mempengaruhi kesimpulan. Kesimpulannya terserah saya," katanya.

David Reeve menceritakan, pertama kali bertemu dengannya di Cornell University pada tahun 1975. Pertemanannya telah terjalin selama 32 tahun. Proses penuliasan buku ini sendiri mema memakan waktu hingga 20 tahun, dari awal hingga akhir.

"Ong adalah kawan lama, sahabat, dan kolega. Ini memudahkan saya menulis tentang dia,"ujarnya.

Membandingkan dengan biografi lainnya, biografi ini sangat jujur dan lengkap, termasuk 'kehidupan batin', dunia emosi, keraguan, ketakutan, kebingungan.

“Ong ingin buku ini berbeda dari biografi lainnya, dan untuk menetapkan standar baru bagi biografi Indonesia, jadi saya berharap itu akan keluar seperti yang diinginkannya,” katanya.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Selebgram Onky Ray Si Pengusaha 'Jamu Gemuk'

Selasa, 31 Januari 2023 | 17:43 WIB

Dion Mulya Datang, Single Manusia Sendiri Menjelang

Selasa, 31 Januari 2023 | 15:10 WIB

Mey Chan Sebut Maia Estianty 'Kuda Lumping'

Selasa, 31 Januari 2023 | 12:56 WIB

Deep Purple World Tour 2023 Solo-Indonesia

Sabtu, 28 Januari 2023 | 16:08 WIB

Bio One : Soal Target Nikah Masih Jauh

Sabtu, 28 Januari 2023 | 09:40 WIB

NET TV dan Viu Jalin Kerjasama.

Jumat, 27 Januari 2023 | 21:53 WIB
X