Teater Tanah Air Konsisten Merawat Tradisi Bangsa.

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 10:41 WIB
Teater Tanah Air (Koleksi Pribadi Teater Tanah Air )
Teater Tanah Air (Koleksi Pribadi Teater Tanah Air )

TOYAMA, JEPANG, Jakarta.Suaramerdeka.com,- Teater Tanah Air mentas di Toyama, Jepang. Inilah pentas teater modern, yang konsisten merawat tradisi bangsa, demi mengharumkan Indonesia di panggung internasional.

Teater Visual untuk Publik Dunia

Sejak didirikan di Jakarta 14 September 1988, Jose Rizal Manua sudah mengarahkan Teater Tanah Air menjadi teater visual. Salah satunya, dengan memanfaatkan bayangan di layar lebar, sebagaimana tradisi dalam pertunjukan wayang, yang sudah dikenal di berbagai pelosok tanah air.

Artinya, Jose Rizal Manua selaku Pendiri sekaligus Pimpinan dan Sutradara Teater Tanah Air, tak ingin tercerabut dari akar budaya yang melatarinya. Meski secara konsep, ia menempuh track teater modern. Baik dalam pengadeganan, maupun secara dramaturgi.

"Kesadaran untuk merawat tradisi, adalah bagian dari sikap kesenian saya. Dalam pementasan, saya mengemasnya secara modern, agar lebih leĺuasa berkomunikasi dengan publik yang hidup di era modern kini," ujar Jose Rizal Manua, yang sehari-hari mengenakan blangkon ini.

Di pementasan Help! pada Minggu, 31 Juli 2022 lalu itu, misalnya. Jose Rizal Manua, sebagaimana dicatat Isson Khairul,  sadar bahwa ia mentas di ajang internasional The World Festival of Children's Performing Arts in Toyama Jepang 2022, dan yang ia hadapi adalah publik yang berasal dari berbagai negara di dunia.

Karena itulah, unsur visual ia cermati dengan sungguh-sungguh. Jose Rizal Manua, misalnya, cukup rewel memilih serta menentukan warna filter untuk lighting yang digunakan. Selain mempertimbangkan harmonisasi cahaya, ia juga ingin memberi kejutan visual kepada publik dunia.

Sehari sebelum pementasan, Jose Rizal Manua berdiskusi intens dengan tim teknis Toyama Kenminkaikan, culture centre di Toyama City, yang menjadi gedung pertunjukan. “Secara manajemen panggung, mereka cukup akomodatif. Meski, ada beberapa hal yang perlu di-adjustment, sesuai dengan kebutuhan artistik Teater Tanah Air,” ungkap Jose Rizal Manua, yang juga berpengalaman tentang manajemen panggung ketika menjadi karyawan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.

Secara keseluruhan, Toyama Kenminkaikan yang juga dikenal sebagai Toyama Community Hall, adalah gedung pertunjukan modern. Tapi, mereka tidak menyiapkan lampu sorot 1.000 watt untuk kebutuhan Teater Tanah Air, agar tercipta bayangan sempurna dari belakang panggung. Jose Rizal Manua meng-adjust hal tersebut, demi pencapaian artistik yang diinginkan.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Arch Hades dan Gelombang Penyair Instagram

Selasa, 27 September 2022 | 14:02 WIB

Arch Hades, Penyair Termahal Sepanjang Masa

Selasa, 27 September 2022 | 13:47 WIB

Ini Makna Kebaya dan Batik yang Dipakai Puan

Selasa, 16 Agustus 2022 | 11:41 WIB

Kekayaanku Hanya Buku dan Bunga

Minggu, 14 Agustus 2022 | 09:33 WIB

Ketua MPR RI Apresiasi Pameran Lukisan Ireng Halimun

Jumat, 12 Agustus 2022 | 19:28 WIB
X