Kekayaanku Hanya Buku dan Bunga

- Minggu, 14 Agustus 2022 | 09:33 WIB
Sosiawan Leak di Check Point Charlie Berlin, Jerman (Koleksi Pribadi Sosiawan Leak )
Sosiawan Leak di Check Point Charlie Berlin, Jerman (Koleksi Pribadi Sosiawan Leak )



Puisi Sosiawan Leak 

...
kekayaanku hanya buku dan bunga
apakah kamu sudah membeli mobil? tanyamu
buku-buku menjerit dari timbangan
bersama debu dan akar kembang
yang dicampakkan di jalanan
entah lantaran perang, pesta perkawinan
atau sisa pemakaman
...

Itu nukilan puisi saya 16 tahun silam, dimuat di antologi "Dunia Bogambola" (terbit tahun berikutnya).

Barangkali benar anggapan para pemuja, puisi adalah karya sastra paling sakti. Ia bisa menjelma mantra yang mempengaruhi lagak laku penyairnya atau merupa doa yang cepat/lambat, mirip/tepat, menyeret nasib penulisnya ke larik-larik yang kadung dituliskannya.

Saya sendiri tak paham lagi beda mantra, doa, dan puisi dalam konstelasi hidup sehari-hari. Beberapa diksi saya ada yang terbukti numusi atau berlalu begitu saja tak berefek apa-apa. Ada pula yang meski belum/tidak terbukti namun kerap meneror ingatan dan perasaan saat di kenyataan atau kala di impian.

Menyoal buku dan bunga, pernah suatu masa saya berlebihan mencintai keduanya dalam satu rentang waktu. Namun di guliran berikutnya ada saatnya saya kelimpungan, tak bisa mempertahankan keduanya mati-matian.

Bunga-bunga di beranda, depan jendela kamar kerja kian membelukar tiap saya tinggal keluyuran. Buku-buku makin berserakan seturun dari percetakan. Ada yang nongkrong hingga jemu di ruang tamu, terpekur di kamar tidur, berdiam diri di ruang tv, dan merana di ruang kerja. Tragisnya ada beberapa kardus dihajar rayap sampai lampus!

Dalam beragam judul dan jumlah, mereka frustasi, gundah menanti pinangan pembaca yang tak jua tiba.

Sebagai harta kekayaan, kerap para bunga saya potong-rapikan. Mengurangi dan membagikannya kepada tetangga. Tapi aneka buku tidak mungkin saya perlakukan begitu.

Demi martabat literasi, sekalian merendahkan diri ke duli rezeki di tepi pandemi, buku-buku saya relakan diborong bermahar ala kadarnya, berbonus saya sebagai narsum gratisan untuk beragam tema obrolan.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Arch Hades dan Gelombang Penyair Instagram

Selasa, 27 September 2022 | 14:02 WIB

Arch Hades, Penyair Termahal Sepanjang Masa

Selasa, 27 September 2022 | 13:47 WIB

Ini Makna Kebaya dan Batik yang Dipakai Puan

Selasa, 16 Agustus 2022 | 11:41 WIB

Kekayaanku Hanya Buku dan Bunga

Minggu, 14 Agustus 2022 | 09:33 WIB

Ketua MPR RI Apresiasi Pameran Lukisan Ireng Halimun

Jumat, 12 Agustus 2022 | 19:28 WIB
X