Ini Makna Kebaya dan Batik yang Dipakai Puan

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 11:41 WIB
Kebaya Kutubaru berwarna terakota dikenakan oleh Ketua DPR RI Puan Maharani saat menghadiri Sidang Tahunan MPR/DPR/DPS RI. (Dok. Media Ketua DPR RI)
Kebaya Kutubaru berwarna terakota dikenakan oleh Ketua DPR RI Puan Maharani saat menghadiri Sidang Tahunan MPR/DPR/DPS RI. (Dok. Media Ketua DPR RI)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Kebaya Kutubaru berwarna terakota dikenakan oleh Ketua DPR RI Puan Maharani saat menghadiri Sidang Tahunan MPR/DPR/DPS RI. Jenis kutubaru yang dikenakan merupakan salah satu gaya klasik kebaya Indonesia, yang banyak dijumpai di sejumlah daerah di Indonesia.

"Warna tersebut dipilih sebagai simbol semangat optimisme dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-77," kata desainer Didiet Maulana saat dihuhungi, Selasa (16/8).

Menurutnya, kutubaru tidak hanya dijumpai di Pulau Jawa, tapi juga di berbagai daerah di Bali dan beberapa daerah Sumatera. Adapun warna terakota yang cerah, dimaksudkan untuk memberikan semangat optimisme.

"Selain itu juga memberikan suatu warna yang segar dan fresh. Cocok warna ankin berwarna merah hati yang terinspirasi motif klasik Jawa," ujarnya.

Sementara untuk batik tulis, Puan mengenakan batik tulis Jawa bermotif Semen Romo (Semen Rama). Motif Semen dimaknai sebagai penggambaran dari kehidupan yang bersemi, kehidupan yang berkembang dan sejahtera.

"Sebuah pengharapan dan doa untuk kehidupan yang makmur. Motif ini sering dikaitkan dengan cerita Ramayana dengan ajaran kepemimpinan Hastha Brata (8 jalan ajaran utama)," ungkapnya.

Diantaranya sikap semangat, penuh kasih, bertanggungjawab, berpengetahuan luas, berwibawa, adil, melindungi rakyat dan mengendalikan diri. Sebuah ajaran kepemimpinan untuk diri sendiri dan masyarakat.

"Motif batik terdiri dari tiga bagian utama yang dibagi menjadi ornamen udara, darat dan laut. Melambangkan keseimbangan dan keadilan," jelasnya.

Motif Tree of Life atau Pohon Hayat melambangkan darat, garuda melambangkan udara dan motif baito (perahu) melambangkan laut. "Sarat makna, sarat doa dan pengharapan baik yang disampaikan dalam satu helai kain," tandasnya.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Made Kaek Datang, Chiang Mai Guncang.

Sabtu, 12 November 2022 | 22:40 WIB

Penyair Tua Membaca Batin Rohani Melalui Karya Puisi

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 07:21 WIB

Mengenalkan Bahasa Inggris Lewat Cerita Rakyat

Minggu, 16 Oktober 2022 | 13:02 WIB

Festival Seni Bali Jani Dimulai Hari Ini.

Senin, 10 Oktober 2022 | 06:27 WIB

Annie Ernaux: Kekuatan Menulis yang Membebaskan

Jumat, 7 Oktober 2022 | 20:45 WIB

Menulis Puisi Memang Tak Pernah Mati

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:29 WIB

Arch Hades dan Gelombang Penyair Instagram

Selasa, 27 September 2022 | 14:02 WIB

Arch Hades, Penyair Termahal Sepanjang Masa

Selasa, 27 September 2022 | 13:47 WIB
X