Mural Gemah Ripah Loh Jinawi di Pasar Induk Beras Cipinang

- Kamis, 25 Agustus 2022 | 15:30 WIB
Pamrihadi, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya mengatakan, kegiatan kolaborasi mural adalah yang pertama kali dilakukan PT Food Station Tjipinang Jaya dalam memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, (Foto: Dok Food Station)
Pamrihadi, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya mengatakan, kegiatan kolaborasi mural adalah yang pertama kali dilakukan PT Food Station Tjipinang Jaya dalam memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, (Foto: Dok Food Station)

AKARTA,suaramerdeka-jakarta.com- Sejumlah kelompok kreatif dan seniman dari Jakarta diinisiasi oleh komunitas kolaborasi, kolektif Jakarta Art Movement dan Papatong artspace memural tembok-tembok di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur bertema Gemah Ripah Loh Jinawi (25/8/22).

Frasa Gemah Ripah Loh Jinawi adalah sebuah ungkapan bahasa Jawa yang familiar bagi masyarakat luas, memberi makna suatu kondisi kesejahteraaan, makmur dan berkecukupan.

Pamrihadi, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya mengatakan, kegiatan kolaborasi mural adalah yang pertama kali dilakukan PT Food Station Tjipinang Jaya dalam memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, dengan tema ketahanan pangan di wilayah Jakarta.

Kegiatan mural bertema Gemah Ripah Loh Jinawi di Pasar Induk Beras Cipinang, dilakukan atas kerja sama dengan komunitas kolaborasi, Kolektif Jakarta Art Movement dan Papatong Artspace yang telah memural tembok-tembok di Pasar Induk Beras Cipinang.

Baca Juga: Barista Ternama Indonesia ini Puasa Water-Only Demi Berantas Stunting di NTT

“Mural-mural yang memvisualkan kondisi para petani, keluarga yang mengakses di seluruh Indonesia dan mengonsumsi pangan yang layak sesuai visi berbangsa kita,” ujar Pamrihadi Wiraryo, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya yang membawahi Pasar Induk Beras Cipinang.

Pamrihadi menambahkan karya-karya seniman ini sungguh tepat menggambarkan cita-cita Food Station mejadi pilar ketahanan pangan dan produsen pangan pilihan utama masyarakat.

Pada saat yang sama, koordinator mural sekaligus kurator seni Bambang Asrini mengatakan “Sebuah utopia perlu dijadikan sandaran, bahwa seni harus membawa pesan tentang usia 77tahun Indonesia tak hanya jalan ditempat.

"Masyarakat Gemah Ripah Loh Jinawi wajib diwujudkan oleh kita dengan jalan kolaborasi," ujarnya disela-sela memonitor pembuatan mural di Gudang Beras.

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Terkini

Made Kaek Datang, Chiang Mai Guncang.

Sabtu, 12 November 2022 | 22:40 WIB

Penyair Tua Membaca Batin Rohani Melalui Karya Puisi

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 07:21 WIB

Mengenalkan Bahasa Inggris Lewat Cerita Rakyat

Minggu, 16 Oktober 2022 | 13:02 WIB

Festival Seni Bali Jani Dimulai Hari Ini.

Senin, 10 Oktober 2022 | 06:27 WIB

Annie Ernaux: Kekuatan Menulis yang Membebaskan

Jumat, 7 Oktober 2022 | 20:45 WIB

Menulis Puisi Memang Tak Pernah Mati

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:29 WIB

Arch Hades dan Gelombang Penyair Instagram

Selasa, 27 September 2022 | 14:02 WIB

Arch Hades, Penyair Termahal Sepanjang Masa

Selasa, 27 September 2022 | 13:47 WIB
X