Kegiatan Kebudayaan G20 Beri Inspirasi pada Dunia untuk Gotong Royong Pulih Bersama

- Kamis, 8 September 2022 | 07:50 WIB
Diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) pada Rabu (7/9). (FMB9)
Diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) pada Rabu (7/9). (FMB9)

 

JAKARTA- Menyambut Pertemuan Tingkat Menteri di bidang Kebudayaan G20 (G20 Culture Minister' Meeting) yang akan berlangsung pada 13 September 2022, Indonesia melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) akan menggelar rangkaian kegiatan kebudayaan yang unik dan sarat makna.

Rangkaian kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 7 - 13 September 2022 di Candi Borobudur.

Acara itu terdiri atas "Indonesia Bertutur", "G20 Orkestra Borobudur", "Ruwatan Bumi", “Kirab Budaya”, “Rapat Raksasa”, hingga berbagai macam kegiatan di desa-desa sekitar Borobudur.

Baca Juga: Situasi di PPP Jadi Tantangan Berat KIB

Diperkirakan lebih dari 2.500 masyarakat dan seniman dari Indonesia dan berbagai negara di dunia akan terlibat dalam perhelatan ini.

Rangkaian kegiatan kebudayaan ini bukanlah sebuah program biasa, namun memiliki tujuan untuk memberikan inspirasi kepada masyarakat internasional bahwa melalui kebudayaan, dunia dapat segera pulih dan bangkit lebih kuat bila dilakukan secara bergotong royong dan menerapkan praktik hidup yang berkelanjutan.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid, selaku Koordinator Pertemuan Tingkat Menteri Kebudayaan G20 menjelaskan, "melalui rangkaian kegiatan kebudayaan ini, Indonesia bermaksud mengirimkan pesan kepada dunia bahwa meski negara-negara G20 beragam, tetapi jika bersatu dalam harmoni jalan budaya, kita dapat segera pulih dari hantaman badai pandemi dan bangkit bersama," kata Hilmar Farid dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) pada Rabu (7/9).

Baca Juga: Anggota Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Unsur Tokoh Masyarakat Dilantik

Rangkaian kegiatan diawali dengan kegiatan Indonesia Bertutur yang mengusung tema "Mengalami Masa Lalu, Menumbuhkan Masa Depan".

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Made Kaek Datang, Chiang Mai Guncang.

Sabtu, 12 November 2022 | 22:40 WIB

Penyair Tua Membaca Batin Rohani Melalui Karya Puisi

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 07:21 WIB

Mengenalkan Bahasa Inggris Lewat Cerita Rakyat

Minggu, 16 Oktober 2022 | 13:02 WIB

Festival Seni Bali Jani Dimulai Hari Ini.

Senin, 10 Oktober 2022 | 06:27 WIB

Annie Ernaux: Kekuatan Menulis yang Membebaskan

Jumat, 7 Oktober 2022 | 20:45 WIB

Menulis Puisi Memang Tak Pernah Mati

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:29 WIB

Arch Hades dan Gelombang Penyair Instagram

Selasa, 27 September 2022 | 14:02 WIB

Arch Hades, Penyair Termahal Sepanjang Masa

Selasa, 27 September 2022 | 13:47 WIB
X