Arch Hades, Penyair Termahal Sepanjang Masa

- Selasa, 27 September 2022 | 13:47 WIB
Arch Hades dan anjingnya Byron. (TMG)
Arch Hades dan anjingnya Byron. (TMG)

Oleh Ready Susanto, penulis sejumlah buku

Arch Hades menggegerkan dunia Ketika puisinya yang dilelang di Balai Lelang Christie New York pada November 2021 terjual seharga 525.000 dolar AS (hampir 8 miliar rupiah). Siapakah Arch Hades?

Kehidupan Arch Hades lebih misterius daripada puisi-puisinya. Penyair kelahiran Rusia berusia 29 tahun yang tinggal di Inggris ini meraih kesuksesan awal di Instagram. Dia dijuluki pers sebagai “penyair dengan bayaran termahal sepanjang masa”.

Nama aslinya bukanlah Arch Hades, dan dia enggan mengungkapkan identitas aslinya, yang katanya sudah berganti beberapa kali karena masalah pribadinya yang rumit. Setelah NFT-nya terjual seharga 525.000 dolar AS dalam lelang di Balai Lelang Christie di New York, Arch Hades yang cantik itu menggaet jutaan pengikut yang menggemari puisi-puisinya.

Arch Hades adalah salah satu dari penyair yang digolongkan dalam tren sastra modern dan kontemporer yang disebut penyair-Insta (Insta-poets). Dengan menerbitkan sendiri cuplikan-cuplikan puisi mereka di media sosial, para penyair seperti Hades, Rupi Kaur, dan Lang Leav mempercepat popularitas mereka.

Mereka bukanlah seniman-seniman yang miskin; karya para penyair Instagram masuk dalam daftar buku terlaris karena pertambahan pengemar mereka yang semakin pesat. Namun demikian, Hades tidak suka disebut sebagai penyair-Insta.

Baca Juga: Mosaik Putri Diana (23): Diana-Charles Saling Mencinta

Masa Muda yang Rumit

Hades lahir di Rusia dari keluarga biasa-biasa. Ayah Hades, dengan dukungan dari elite yang berkuasa, bekerja di perusahaan perkapalan yang makmur. Dia mulai meraih reputasi dan menginginkan adanya reformasi. Namun kejadian yang tragis menimpa keluarga Arch Hades—ayahnya terbunuh di sebuah gang di St Petersburg. Hades berusia delapan tahun saat keluarganya pindah Knightsbridge, London. Mereka terpaksa mengganti identitas dan menjalani berbagai prosedur yang rumit karenanya.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Sumber: opini

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Made Kaek Datang, Chiang Mai Guncang.

Sabtu, 12 November 2022 | 22:40 WIB

Penyair Tua Membaca Batin Rohani Melalui Karya Puisi

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 07:21 WIB

Mengenalkan Bahasa Inggris Lewat Cerita Rakyat

Minggu, 16 Oktober 2022 | 13:02 WIB

Festival Seni Bali Jani Dimulai Hari Ini.

Senin, 10 Oktober 2022 | 06:27 WIB

Annie Ernaux: Kekuatan Menulis yang Membebaskan

Jumat, 7 Oktober 2022 | 20:45 WIB

Menulis Puisi Memang Tak Pernah Mati

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:29 WIB

Arch Hades dan Gelombang Penyair Instagram

Selasa, 27 September 2022 | 14:02 WIB

Arch Hades, Penyair Termahal Sepanjang Masa

Selasa, 27 September 2022 | 13:47 WIB
X