Annie Ernaux: Kekuatan Menulis yang Membebaskan

- Jumat, 7 Oktober 2022 | 20:45 WIB
Annie Ernaux, peraih Hadiah Nobel Sastra 2022. (Sumber: The New York Times)
Annie Ernaux, peraih Hadiah Nobel Sastra 2022. (Sumber: The New York Times)

Annie Ernaux, penulis Prancis berusia 82 tahun, meraih Hadiah Nobel Sastra tahun ini. Apa pertimbangan dari Tim Akademi Swedia? Berikut ini cuplikan keterangan dari Anders Olsson, Ketua Komite Nobel, Akademi Swedia, dari situs Hadiah Nobel.

Adikarya Ernaux adalah sebuah kisah “dingin” yang terkendali tentang aborsi ilegal yang dilakukan oleh seorang narator berusia 23 tahun, berjudul L'événement (2000; Happening, 2001). Karya ini merupakan narasi orang pertama, dan jarak ke diri historis tidak menjadi tekanan seperti dalam banyak karya lainnya. Tokoh aku tetap dijadikan objek melalui pembatasan moral masyarakat yang represif dan sikap menggurui orang-orang yang dihadapinya.

Karya ini adalah teks yang sangat jujur, di mana dalam tanda kurung Ernaux menambahkan refleksi dengan suara yang sangat jernih, menyapa dirinya sendiri dan pembaca dalam satu tarikan yang sama. Di ruang-ruang di antaranya, kita berada pada masa karya ini ditulis, 25 tahun setelah “peristiwa” itu terjadi, bahkan membuat pembaca menjadi bagian yang sangat terkait dari apa yang pernah terjadi.

Baca Juga: Arch Hades, Penyair Termahal Sepanjang Masa

Dalam L’occupation (2002; The Possession, 2008) Ernaux membedah mitologi sosial tentang cinta romantis. Berdasarkan catatan dalam buku harian yang mencatat pengabaian oleh seorang kekasih, dia sekaligus mengakui dan menyerang citra diri yang dibangun atas dasar stereotip. Kecemburuannya terungkap dengan menyakitkan sebagai bentuk obsesi, dan lagi-lagi titimangsa penulisan menunjukkan bahwa momen menulis menjadi senjata tajam untuk membedah kebenaran.

Tulisan Annie Ernaux seluruhnya tunduk pada proses waktu. Di tempat lainnya, kekuatan konvensi sosial atas hidup kita memainkan peran penting seperti di Les années (2008; The Years, 2017). Karya ini adalah proyek yang paling ambisius, yang telah menganugerahinya reputasi internasional dan banyak pengikut serta murid dalam sastra. Karya ini disebut-sebut sebagai “otobiografi kolektif pertama”, dan penyair Jerman Durs Grünbein memujinya sebagai suatu terobosan, “epos sosiologis” dunia Barat kontemporer.

Ernaux mengganti narasi dari memori spontan diri sendiri menjadi orang ketiga dari memori kolektif, menunjukkan kekuatan zeitgeist dalam hidupnya. Tidak ada ingatan afektif dalam pengertian Proustian yang bisa membawa dirinya langsung ke tahun-tahun awal kehidupannya. Hidup kita dibentuk oleh kisah-kisahyang dituturkan, lagu yang didendangkan, atau tren yang sedang berlangsung. Dan konvensi ini dengan cepat berlalu. Oleh karena itu, Ernaux mengalami kesulitan besar untuk mengenali dirinya sebagai dirinya yang dulu. Di Les années, memori pribadi dan kenangan kolektif telah menyatu.

Baca Juga: Arch Hades dan Gelombang Penyair Instagram

Annie Ernaux selalu kembali ke rintangan-rintangan terhadap visi yang jernih. Dalam perspektif sosialnya, mekanisme rasa malu memiliki kekuatan khusus, dan dalam Mémoire de fille (2016; A Girl's Story, 2019), ia memulihkannya dari sudut lain. Dalam karya ini dia mengkonfrontasi dirinya sebagai seorang wanita muda pada akhir tahun 1950-an, ketika dia kehilangan keperawanannya di sebuah koloni musim panas di Orne, Normandia. Reaksi terhadap perilakunya, membuat dia dikeluarkan dari komunitas.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mudji Sutrisno: Amrih Mulya Asma Dalem Gusti.

Sabtu, 31 Desember 2022 | 10:10 WIB

Estetika Ted van der Hulst di Museum ARMA.

Senin, 26 Desember 2022 | 06:37 WIB

Made Kaek Datang, Chiang Mai Guncang.

Sabtu, 12 November 2022 | 22:40 WIB

Penyair Tua Membaca Batin Rohani Melalui Karya Puisi

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 07:21 WIB

Mengenalkan Bahasa Inggris Lewat Cerita Rakyat

Minggu, 16 Oktober 2022 | 13:02 WIB
X