Pameran Temporer Kelana Bestari Angkat Tokoh dr. Wahidin Soedirohoesodo

- Kamis, 10 November 2022 | 16:07 WIB
Pembukaan Pameran Temporer Kelana Bestari (SM/Prajtna Lydiasari)
Pembukaan Pameran Temporer Kelana Bestari (SM/Prajtna Lydiasari)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Museum Kebangkitan Nasional kembali mengadakan kegiatan pameran temporer bertajuk “Kelana Bestari”. Pameran temporer ini mengangkat tokoh dr. Wahidin Soedirohoesoedo yang berlangsung mulai 10 November hingga 3 Desember 2022.

"Pameran temporer ini menjadi salah satu cara untuk berkomunikasi dengan masyarakat dalam penyebaran informasi kesejarahan, terutama tokoh pergerakan nasional," ujar Pamong Budaya Ahli Muda Museum Kebangkitan Nasional, Juniawan Dahlan dalam acara pembukaan Pameran Temporer "Kelana Bestari" di Jakarta pada Kamis, 10 November 2022.

Selain itu, pameran ini juga sebagai upaya penyempurnaan materi tentang salah satu tokoh pergerakan nasional yang kontribusinya sangat besar terhadap bangsa ini.

"Kelana Bestari memiliki arti pengembara berpengetahuan luas serta memiliki budi pekerti yang baik. Menjadi impresi dari Museum Kebangkitan Nasional untuk sosok dr. Wahidin Soedirohoesodo," tuturnya.

Seorang lulusan Dokter Djawa School yang berkelana ke seantero Pulau Jawa untuk membujuk para bangsawan agar rela menyumbangkan harta mereka demi pendidikan anak bangsa.

Ketua Kegiatan Pameran “Kelana Bestari”, Titis Kuncoro Wati menjelaskan tiga tujuan dari adanya pameran ini. Pertama, untuk meneladani ketokohan dan perjuangan dr. Wahidin Soedirohoesodo, kedua mencoba menampilkan perspektif humanis dari sosok dr. Wahidin Soedirohoesodo.

"Ketiga, menginterpretasikan nilai historis dari dr. Wahidin Soedirohoesodo dalam bentuk seni kontemporer. Dalam penyelenggaraan pameran ini bekerjama dengan komunitas kolektif Serrum yang bergerak di bidang seni dan pendidikan," jelas Titis.

Selama pameran berlangsung kegiatan pendukungan lainnya, berupa Workshop Membatik bekerjasama dengan Museum Batik Indonesia, Workshop Gerabah bekerjasama dengan Museum Seni Rupa & Keramik, Workshop Sketsa bekerjasama dengan KamiSketsa Galnas.

Kemudian, Workshop Wayang Kertas bekerjasama dengan Kelompok Pemerhati Budaya & Museum Indonesia (KPBMI), Diskusi Daring Sejarah dan Permuseuman, Podcast Ngopi di Museum dan Nonton Bareng Akhir Pekan yang didukung oleh Direktorat Perfilman, Musik dan Media.

Titis berharap dengan adanya pameran ini dapat menarik minat masyarakat, terutama generasi muda untuk berkunjung dan beraktivitas di Museum Kebangkitan Nasional.

"Dengan kerja kreatif dan upaya terbaik, harapannya kegiatan ini dapat memberikan motivasi dan energi positif berkelanjutan kepada segenap masyarakat dan lapisan yang terlibat serta mengapresiasi kegiatan ini," harapannya.***

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Mudji Sutrisno: Amrih Mulya Asma Dalem Gusti.

Sabtu, 31 Desember 2022 | 10:10 WIB

Estetika Ted van der Hulst di Museum ARMA.

Senin, 26 Desember 2022 | 06:37 WIB

Made Kaek Datang, Chiang Mai Guncang.

Sabtu, 12 November 2022 | 22:40 WIB

Penyair Tua Membaca Batin Rohani Melalui Karya Puisi

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 07:21 WIB

Mengenalkan Bahasa Inggris Lewat Cerita Rakyat

Minggu, 16 Oktober 2022 | 13:02 WIB
X