Presiden Jokowi, Perlu Dukungan Pendanaan Untuk Negara-Negara Berkembang Dalam Transisi Energi

- Selasa, 2 November 2021 | 09:29 WIB

 

GLASGLOW,SKOTLANDIA, suaramerdeka-jakarta.com- Presiden Joko Widodo melihat pentingnya sinkronisasi kebijakan antara negara maju dan berkembang mengenai perubahan iklim. Terutama dalam hal dukungan pendanaan untuk negara-negara berkembang dalam melakukan transisi energi dari fossil fuel ke renewable energy.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo ketika menggelar pertemuan CEOs Forum dengan beberapa investor besar asal Inggris, di Glasgow, Scotlandia, Senin (1/11/2021) pagi waktu setempat.

Baca Juga: Tanggapan Juragan 99 Bikin Netizen Curhat di Twitter. Netizen: “video ini heartwarming banget, respect sama ma

“Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah menunjukkan langkah konkret dalam hal pengendalian iklim. Laju deforestasi kita saat ini yang paling rendah selama 20 tahun, tingkat kebakaran hutan berkurang 82 persen. Indonesia juga akan melakukan restorasi sebesar 64 ribu hektare lahan mangrove. Ini sangat penting karena mangrove menyimpan karbon 3-4x lebih besar dibandingkan lahan gambut,” tutur Presiden.

Oleh karena itu, Presiden percaya bahwa Indonesia akan dapat memenuhi komitmen pada tahun 2030 di dalam Paris Agreement, yaitu pengurangan emisi sebesar 29 persen secara unconditional.

“Indonesia telah mengadopsi Strategi Jangka Panjang Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim 2050, serta road map yang detail untuk mencapai target net zero emission pada 2060 atau lebih awal,” ujar Presiden.

Baca Juga: Masyarakat Antusias Serbu Pos Pelayanan

Dalam pertemuan tersebut, Presiden menyampaikan bahwa isu yang dihadapi dunia adalah bagaimana dunia bisa segera mengatasi pandemi Covid-19 sehingga pemulihan ekonomi dunia bisa berjalan lebih cepat. Kepala Negara menjelaskan bahwa saat ini, kondisi Covid-19 di Indonesia sudah sangat membaik. 
“Jumlah kasus harian sudah turun sangat jauh dari puncaknya 56ribuan kasus di 15 Juli 2021 menjadi hanya sekitar 400-700 kasus dalam minggu-minggu terakhir ini. Indonesia juga sudah menyuntikkan lebih 187 juta dosis vaksin. Dan sampai dengan akhir tahun lebih dari 50 persen penduduk Indonesia sudah akan menerima dosis 2,” kata Presiden. 

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ketum ILUNI Pascasarjana UI Duka Turki Duka Kami

Selasa, 7 Februari 2023 | 10:27 WIB

Tanggapan BPET MUI Tentang Pembakaran AL-QUR’AN

Senin, 30 Januari 2023 | 16:15 WIB
X