Kematian Magawa, Tikus Pengendus Ranjau Legendaris di Kamboja

- Jumat, 14 Januari 2022 | 07:00 WIB
Magawa, adalah "HeroRAT" paling sukses yang dikerahkan oleh badan amal internasional APOPO (Foto: Dok.africa archives)
Magawa, adalah "HeroRAT" paling sukses yang dikerahkan oleh badan amal internasional APOPO (Foto: Dok.africa archives)

   

suaramerdeka-jakarta.com- Tikus pengendus ranjau darat Kamboja, Magawa, yang menemukan lebih dari 100 ranjau darat dan bahan peledak selama lima tahun karirnya, mati pada usia 8 tahun, meninggalkan warisan abadi dari kehidupan yang ia selamatkan di negara Asia Tenggara itu.

Magawa, adalah "HeroRAT" paling sukses yang dikerahkan oleh badan amal internasional APOPO, yang melatih tikus-tikus berkantung raksasa Afrika untuk mendeteksi ranjau darat.

"Magawa dalam keadaan sehat dan menghabiskan sebagian besar minggu lalu bermain dengan antusiasme yang biasa. Tapi menjelang akhir pekan dia mulai melambat, lebih banyak tidur siang dan kehilangan nafsu makan di hari-hari terakhirnya," kata organisasi nirlaba itu dalam pernyataannya yang dikutip dari Reuters, (14/1/2021).

Terluka oleh perang saudara selama beberapa dekade, Kamboja adalah salah satu negara dengan ranjau darat paling banyak di dunia. Diperkirakan saat ini lebih dari 1.000 km persegi (386 mil persegi) tanah masih terkontaminasi.

Baca Juga: Persiapan MotoGP Mandalika 2022 Terus Disempurnakan

APOPO menyatakan, kontribusi Magawa memungkinkan banyak orang di Kamboja untuk hidup, bekerja, dan bermain dengan lebih aman.

Magawa, yang menemukan lebih dari 100 ranjau darat dan bahan peledak selama lima tahun karirnya, mati pada usia 8 tahun (Dok: africa archives)

"Setiap penemuan yang dia buat, mengurangi risiko cedera atau kematian bagi masyarakat Kamboja," kata APOPO.

Magawa, yang pensiun pada Juni 2021, lahir di Tanzania dan pindah ke Siem Reap di Kamboja pada 2016 untuk mulai membersihkan ranjau.

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X