Ukraina Ngotot Pertahakankan Mariupol, Rusia Tutup Akses Masuk dan Keluar Kota!

- Senin, 18 April 2022 | 11:36 WIB
Kondisi terkini Kota Mariupol yang dibombardir pasukan Rusia (Screenshoot instagram/@zelenskiy_official)
Kondisi terkini Kota Mariupol yang dibombardir pasukan Rusia (Screenshoot instagram/@zelenskiy_official)

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com-
Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal mengatakan bahwa pasukan di area selatan pelabuhan Mariupol masih bertarung dan tak menyerah pada Rusia.

Namun menurut Penasihat untuk Wali Kota Mariupol, Petro Andriushchenko, mengatakan pasukan Rusia  mengumumkan akan menutup akses masuk dan keluar kota pada Minggu (17/4).

Menurut Andriushchenko, dalam saluran Telegram pada Minggu bahwa Rusia sudah memulai menerapkan sistem perizinan untuk pergerakan warga.

Dia juga mengunggah foto yang menunjukkan antrean penduduk yang ingin mendapatkan izin tersebut.

Baca Juga: Dampak Penetapan Status Persona Non Grata, Rusia Usir 18 diplomat Uni Eropa!

Ratusan warga harus berbaris untuk mendapatkan izin, tanpa itu akan mustahil bukan hanya untuk bergerak di antara distrik kota, tetapi juga keluar ke jalan mulai minggu depan," kata dia seperti diberitakan CNN.

Menurut Andriushchenko, berdasarkan informasi di dalam kota, pria akan menjadi objek 'penyaringan' yang akan direlokasi untuk diperiksa pasukan Rusia.

CNN menjelaskan tak bisa mengonfirmasi independen klaim Andriushchenko, yang tidak berada di Mariupol tetapi mengumpulkan informasi dari orang-orang yang berada di sana.

Rusia sebelumnya sudah memberi ultimatum kepada pasukan Ukraina yang masih bertahan di Mariupol agar menyerah. Ultimatum ini diketahui telah diabaikan.

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hubungan Indonesia - Kamboja Perlu Ditumbuhkan

Jumat, 25 November 2022 | 19:49 WIB

Krisis di Myanmar Berpotensi Ganggu Stabilitas Kawasan

Kamis, 24 November 2022 | 16:11 WIB
X