Akibat Invasi Rusia di Ukraina, Kekasih Putin Jadi Target Sanksi AS

- Rabu, 27 April 2022 | 17:25 WIB
Presiden Putin dan Alina Kabaeva (Screenshoot instagram/@pagesix)
Presiden Putin dan Alina Kabaeva (Screenshoot instagram/@pagesix)

 

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com-
Kekasih Presiden Vladimir Putin, Alina Kabaeva, disebut bakal menjadi target sanksi Amerika Serikat akibat invasi Rusia di Ukraina.

"Tidak ada yang aman dari sanksi kami. Masih banyak yang mungkin akan kami lakukan," kata Sekretaris Gedung Putih, Jen Psaki, pada Senin (25/4), dikutip Washington Post.

Psaki melontarkan pernyataan ini usai Wall Street Journal (WSJ) melaporkan, AS menghapus Kabaeva dari serangkaian sanksi terbaru di detik-detik terakhir sebelum keputusan itu diumumkan.

Meski nama Kabaeva tak ada dalam daftar itu, Psaki tak menutup kemungkinan sosok yang disebut-sebut sebagai kekasih Putin itu bakal menjadi target sanksi selanjutnya.

Baca Juga: Kisah Kekasih Putin Bernama Alina Kabaeva Yang Jadi Perhatian Warganet

AS sejauh ini belum memutuskan akan menjatuhkan sanksi apa terhadap Kabaeva. Namun, ia dan Putin beserta keluarga masuk dalam RUU yang sedang digodok di parlemen AS.

Bertajuk Undang-Undang Akuntabilitas Putin, undang-undang ini dirancang untuk mencegah Putin menginvasi Ukraina lebih lanjut.

"(RUU itu menyerukan laporan) soal perkiraan kekayaan bersih dan sumber pendapatan yang diketahui dari Vladimir Putin dan anggota keluarganya, serta Alina Kabaeva," demikian bunyi RUU itu.

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hubungan Indonesia - Kamboja Perlu Ditumbuhkan

Jumat, 25 November 2022 | 19:49 WIB

Krisis di Myanmar Berpotensi Ganggu Stabilitas Kawasan

Kamis, 24 November 2022 | 16:11 WIB
X